Di BKB juga terdapat fasilitas kapal yang bisa membawa kita berkeliling di Sungai Musi. Tarif yang ditawarkan beragam, namun ada baiknya pengunjung menawar tarif tersebut.
Jika tidak dalam momen libur, tarif normal berkeliling sungai Musi hingga bisa berfoto dengan latar jembatan Ampera dari sungai Musi hanya Rp10.000-Rp20.000 perpenumpang. Tetapi biasanya, jika libur, tarif akan naik.
Menuju BKB, pengunjung bisa mengarah ke kawasan Jembatan Ampera.
3. Kawasan Pengerajin Kain 35 Ilir Palembang
Kawasan ini dikenal sebagai pusat pengerajin kain di Palembang. Mereka memproduksi kain tradisional songket di rumah-rumah kemudian menjualnya ke toko-toko.
Pengunjung dapat mengunjungi puluhan toko-toko souvenir pengerajin songket ini. Jika di rumah-rumah, pengerajin hanya memproduksi kain songket dengan berbagai ukuran.
Namun jika di toko-toko, kain-kain tersebut sudah diubah menjadi kemeja, gaun pesta, busana perempuan beragam mode, souvenir, mukena, celana kerja, hingga bisa juga jika ingin memesan seragam kantor.
Harga kain yang dijual di rumah-rumah pengerajin biasa tidak jauh beda dibandingkan di toko-toko. Namun di toko, terdapat beragam alternatif kain-kain yang sudah diubah atau dimodifikasikan menjadi pakaian siap pakai dan masih bisa disesuaikan jahitannya di tempat.
Bagi pengoleksi kain, biasanya mencari ke pengerajin di rumah-rumah, namun jika hanya mencari pakaian siap pakai dengan berbahan kain songket, sebaiknya pergi ke toko-toko.
Baca Juga: Dapat Remisi Hari Raya Idul Fitri, 52 Napi di Sumsel Langsung Bebas
Di kawasan ini berlaku tawar menawar, jadi harga yang disebutkan penjual sebenarnya masih bisa ditawarkan sesuai kualitas jahitan dan mode pakaian yang dihasilkan.
4. Kampung pempek-pempek 26 Ilir
Tidak lengkap jika ke Palembang tidak mendatangi kampung pempek Palembang. Di kawasan ini, beragam toko menjual pempek dengan harga sangat terjangkau.
Biasanya pengunjung menghabiskan momen berkumpul dan menyatap makanan di kawasan ini. Tetapi, saat liburan dengan banyak pengunjung, sangat sulit mencari toko yang sepi dan bisa berlama-lama duduk.
Biasanya pengunjung sudah harus meninggalkan meja makan karen banyak pengunjung yang mengantre ingin makan di tempat. Harga pempek yang ditawarkan sangat terjangkau mulai dari Rp800-Rp2.500 per pempek.
Selain pempek, jenis makanan lainnya juga banyak menjadi pilihan. Jika ingin mencari makanan khas Palembang lainnya, bisa menanyakan pada pelayanan, karena di kampung pempek 26 ilir, sangat berdekatan dengan pusat kuliner dan souvenir lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Detik-detik Speedboat Terbalik di Sungai Komering, Polisi: Sudah Kami Larang
-
Polisi akan Berlakukan Contra Flow di Jalan Menuju Gerbang Tol Kramasan
-
Warga Perkampungan di Palembang Antusias Rayakan Lebaran Idul Fitri
-
Mulai Ramai, Puncak Arus Balik di Bandara SMB II Diperkirakan Sabtu dan Minggu
-
Ragam Kuliner Tersaji di Rumah Wong Palembang Saat Lebaran, Sejarawan Ungkap Alasannya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara