Tasmalinda
Kamis, 05 Mei 2022 | 16:12 WIB
Alquran raksasa di Palembang [ANTARA]

SuaraSumsel.id - Merayakan hari raya atau berliburan lebaran di Palembang, Sumatera Selatan tak lengkap tanpa berwisata. Kota Palembang pun dikenal dengan baragam wisata, mulai dari wisata sungai, sejarah hingga religi.

Berikut tujuh rekomendasi wisata di Palembang, Sumatera Selatan yang wajib dikunjungi saat berlebaran seperti saat ini. Salah satunya adalah Alquran raksasa nan megah.

1. Al-Quran akbar

Wisata religi yang terkenal dengan memperlihatkan alquran raksasa nan megah ini berada di kawasan gandus Palembang. Pengunjung yang ingin mendatanginya dapat menuju kawasan Musi II Palembang.

Dari jalan poros gandus, pengunjung dapat mengikuti arah peta menuju kawasan yang berada di pondok pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang.

Untuk masuk ke alquran ini, pengunjung diwajibkan menutup aurat. Untuk perempuan diwajibkan memakai penutup kepala baik berupa jilbab atau kerudung, sementara pengunjung lak-laki cukup menggunakan celana panjang. 

Jika tidak membawa penutup aurat, pengurus menyediakan mukena dan kain sarung yang dapat digunakan pengunjung untuk berkeliling di alquran akbar ini.

Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung dikenakan biaya Rp20.000 untuk dewasa dan nominal lebih murah untuk anak-anak. Sementara kendaraan bisa diparkirkan di kawasan pensantren dengan memberikan biaya parkir seikhlasnya kepada pengurus parkir yang merupakan bagian dari petugas di pesantren.

Saat berkunjung, pengunjung juga diberi fasilitas bioskop untuk menonton film religi, seperti film kisah-kisah para nabi. Selain itu, juga ada sederetan toko oleh-oleh khas alquran raksasa, yang menyediakan souvenis khas.

Baca Juga: Dapat Remisi Hari Raya Idul Fitri, 52 Napi di Sumsel Langsung Bebas

Jika merasa haus dan lapar, pengunjung juga disediakan tempat makan yang menyediakan makanan kecil seperti bakso dan minuman es.

Pengunjung dapat mengabadikan setiap sisi dari alquran nan megah ini, dengan naikin setiap jalur bilik alquran.

Sungai Musi dan jembatan Ampera [Fitria/Suara.com]

2. Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB)

Kawasan alun-alun kota ini akan selalu ramai jika libur. Pengunjung yang datang dapat menikmati keindahan Sungai Musi secara gratis.

Namun untuk parkir, memang harus memilih tempat yang lebih aman. Pengunjung dapat memilih memarkirkan kendaraan di kawasan museum, atau di rumah sakit Bari Palembang.

Karena, saat pengunjung ramai, kendaraan yang terparkir paling depan akan sulit keluar.  Lebih baik memarkirkan kendaraan lebih jauh dari kawasan BKB, lalu berjalan kaki.

Di BKB juga terdapat fasilitas kapal yang bisa membawa kita berkeliling di Sungai Musi. Tarif yang ditawarkan beragam, namun ada baiknya pengunjung menawar tarif tersebut.

Jika tidak dalam momen libur, tarif normal berkeliling sungai Musi hingga bisa berfoto dengan latar jembatan Ampera dari sungai Musi hanya Rp10.000-Rp20.000 perpenumpang. Tetapi biasanya, jika libur, tarif akan naik.

Menuju BKB, pengunjung bisa mengarah ke kawasan Jembatan Ampera.

3. Kawasan Pengerajin Kain 35 Ilir Palembang

Kawasan ini dikenal sebagai pusat pengerajin kain di Palembang. Mereka memproduksi kain tradisional songket di rumah-rumah kemudian menjualnya ke toko-toko.

Pengunjung dapat mengunjungi puluhan toko-toko souvenir pengerajin songket ini. Jika di rumah-rumah, pengerajin hanya memproduksi kain songket dengan berbagai ukuran.

Namun jika di toko-toko, kain-kain tersebut sudah diubah menjadi kemeja, gaun pesta, busana perempuan beragam mode, souvenir, mukena, celana kerja, hingga bisa juga jika ingin memesan seragam kantor.

Harga kain yang dijual di rumah-rumah pengerajin biasa tidak jauh beda dibandingkan di toko-toko. Namun di toko, terdapat beragam alternatif kain-kain yang sudah diubah atau dimodifikasikan menjadi pakaian siap pakai dan masih bisa disesuaikan jahitannya di tempat.

Bagi pengoleksi kain, biasanya mencari ke pengerajin di rumah-rumah, namun jika hanya mencari pakaian siap pakai dengan berbahan kain songket, sebaiknya pergi ke toko-toko.

Di kawasan ini berlaku tawar menawar, jadi harga yang disebutkan penjual sebenarnya masih bisa ditawarkan sesuai kualitas jahitan dan mode pakaian yang dihasilkan.

Perajin kain songket Palembang. [ANTARA]

4. Kampung pempek-pempek 26 Ilir

Tidak lengkap jika ke Palembang tidak mendatangi kampung pempek Palembang. Di kawasan ini, beragam toko menjual pempek dengan harga sangat terjangkau.

Biasanya pengunjung menghabiskan momen berkumpul dan menyatap makanan di kawasan ini. Tetapi, saat liburan dengan banyak pengunjung, sangat sulit mencari toko yang sepi dan bisa berlama-lama duduk.

Biasanya pengunjung sudah harus meninggalkan meja makan karen banyak pengunjung yang mengantre ingin makan di tempat. Harga pempek yang ditawarkan sangat terjangkau mulai dari Rp800-Rp2.500 per pempek. 

Selain pempek, jenis makanan lainnya juga banyak menjadi pilihan. Jika ingin mencari makanan khas Palembang lainnya, bisa menanyakan pada pelayanan, karena di kampung pempek 26 ilir, sangat berdekatan dengan pusat kuliner dan souvenir lainnya.

Selain menyantap makan pempek di tempat, pengunjung juga bisa mengemas untuk menjadi oleh-oleh. 

Menuju kawasan ini, pengunjung cukup memilih jalur kanan ketika akan menuju kawasan Jembatan atau masjid Agung Palembang. 

Untuk parkir, sama halnya di kawasan BKB. Sebaiknya, memilih tempat parkir lebih jauh dari kawasan tersebut, agar lebih mudah mengeluarkan kendaraan. Kawasan ini sangat padat penjual dan aktivitas angkutan barang.

Sebaiknya bisa parkir di kawasan berdekatan dengan Sungai Sekanak atau kawasan kantor Pemkot Palembang, lalu berjalan kaki menuju kampung pempek.

Selain kampung pempek 26 ilir, Palembang juga terdapat kampung pempek lainnya.

Ilustrasi Pempek. (Dok: Pempek Ny. Kamto)

5. Kampung Arab

Satu lagi yang menarik untuk dikunjungi di Palembang adalah kampung Arab. Kawasan kampung arab di Palembang terdapat banyak titik, ada kampung Arab Asseggaf, kampung Arab Al Munawar, Kampung Arab 11 Ilir, hingga kampung Arab Kuto.

Di kampung Arab Al Munawar, masih bisa melihat kawasan pemukiman sekaligus masyarakat keturunan Arab. Pemukiman yang memperlihatkan kawasan pemukiran dengan rumah-rumah yang besar sekaligus panjang.

Rumah-rumah ini dibangun bersamaan dengan kawasan Sungai Musi sebagai pusat perdagangan termasuk pedagang-pedagang yang datang dari Gujarat, Arab, Persia dan sekitarnya.  

Menuju kawasan ini juga bisa melalui Sungai Musi dengan menyewa getek atau speedboat. Bisa juga mendatanginya dengan jalur darat, baik dari ilir atau ulu Palembang.

Menuju kawasan-kawasan kampung Arab ini pun sangat disarankan membawa penutup aurat, guna menghormati masyarakat kampung Arab setempat.

Di kampung-kampung Arab ini menyediakan spot foto menarik, yang bisa dieksplore oleh penikmat fotografi.

Load More