SuaraSumsel.id - Festival Sekanak-Lambidaro yang digelar Pemerintah Kota atau Pemkot Palembang mendapatkan evaluasi dari pihak kepolisian. Dalam rapat evaluasinya, pihak kepolisian mengungkapkan perlunya pengetatan protokol kesehatan atau prokes dalam pelaksanaan festival hari kedua.
Festival yang digelar di tepian Sungai Sekanak-Lambidaro ini membludak dihadiri masyarakat. Tampak masyarakat pun abai terhadap kewajiban prokes seperti menggunakan masker dan menjaga jarak agar tidak berkerumun.
Beberapa potongan video keramaian Festival Sekanak Lambidaro pun beredar di media sosial. Salah satunya video yang dibagikan oleh akun @Palembanginfomasi.
Di akun ini terlihat jelas, warga memadati panggung, yang menjadi pusat penampilan artis ibu kota. Video ini pun dikometari netizen beragam.
Ada netizen yang tidak ambil peduli dengan kondisi ini. Namun ada juga yang mengkhawatirkan jika sebaran virus COVID-19 varian baru bisa saja muncul di kerumunan tersebut.
Bahkan ada netizen yang menghubungkan keramaian ini dengan kasus HRS.
"Seorang ulama dipenjara gara2 hal keramaian begini (keramaian)... Kalau memang menjalankan sila ke 5 pastilah penyelenggara tersebut dipenjara juga. !!! tulis mdenih.id.
"Sudah ini angka covid naik, alhasil lebaran pada gak bisa pulang", tulis kbar.tempirai
"Giliran iduf fitri kgek dk boleh kumpul²" ujar honcil033
Baca Juga: Polisi Buru Pemiilik Kebun Ganja Berkedok Kebun Kopi di OKU Sumsel
"Lantakkkkkk kgk giliran puaso dan lebaran harus jaga jarak ppkm," tulis andreanaviska94
Tag
Berita Terkait
-
Angka Positif COVID-19 di Palembang Naik, Festival Sekanak-Lambidaro Abai Prokes
-
Polisi Buru Pemiilik Kebun Ganja Berkedok Kebun Kopi di OKU Sumsel
-
Siswi SMP di Palembang Diperkosa 3 Pemuda di Penginapan
-
Festival Sungai Sekanak Lambidaro di Palembang Digelar, Warga Bisa Nikmati Kuliner Khas Daerah
-
Tren Peningkatan Kasus COVID-19 di Palembang, Dinas Kesehatan Lakukan Percepatan Vaksinasi Penguat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Blackout Sumatra Nyaris Makan Korban, Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Kampus
-
Apa Itu Obligasi Daerah? Skema yang Ingin Diterapkan Herman Deru di Sumsel
-
CFD Palembang Kian Ramai Setiap Pekan, Benarkah Masih Nyaman untuk Olahraga?
-
Nasabah Bank Sumsel Babel Kini Makin Aman, BSB Gandeng Polda Sumsel Cegah Kejahatan Perbankan