-
Remaja 18 tahun batal wujudkan cita-cita jadi Polwan usai diperkosa.
-
Empat tersangka, dua di antaranya anggota polisi.
-
Keluarga korban tegas menolak tawaran damai.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum polisi di Jambi terhadap remaja berinisial C (18) menyisakan luka mendalam.
Perkara ini bukan hanya soal proses hukum, tetapi juga tentang pupusnya cita-cita korban yang sejak SMA ingin menjadi anggota Polisi Wanita (Polwan).
Peristiwa pemerkosaan oknum polisi Jambi yang terjadi pada 14 November 2025 itu menyeret empat tersangka, termasuk dua anggota kepolisian. Proses hukum kini berjalan di Polda Jambi, sementara keluarga korban menolak segala bentuk perdamaian.
Di tengah sorotan publik terhadap pemerkosaan oknum polisi Jambi, keluarga korban memilih agar perkara ini terus bergulir hingga seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Berikut lima fakta dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.
1. Impian Jadi Polwan Pupus
C diketahui memiliki cita-cita menjadi Polwan sejak duduk di bangku SMA. Keinginan itu disampaikan keluarga kepada kuasa hukum setelah peristiwa terjadi.
"Cerita dari orangtuanya, dia punya cita-cita jadi Polwan sejak SMA. Tapi dengan kondisi ini kan tidak bisa lagi, situasinya sudah beda," kata Romiyanto, kuasa hukum keluarga korban.
Peristiwa yang menimpanya membuat korban merasa tidak mungkin lagi menggapai impian tersebut. Kondisi psikologis korban disebut berubah setelah kejadian itu.
2. Kronologi Korban Diperkosa
Peristiwa bermula saat korban hendak pulang dari rumah temannya di Pinang Merah. Salah satu pelaku bernama Indra menawarkan untuk menjemput korban.
"Anak saya bilang sudah mau pesan ojek online, tetapi dilarang oleh si Indra, bilangnya dia aja yang ngantar, dan akhirnya anak saya dijemput," ungkap MS, ibu korban.
Namun di kawasan Simpang Rimbo, mobil berbelok ke wilayah Kebun Kopi. Di lokasi pertama itu, korban diperkosa oleh tiga orang. Setelah itu, korban dibawa ke kos-kosan di kawasan Arizona dan kembali mengalami kekerasan seksual.
"Anak saya dioper (pindahkan) lagi ke kos-kosan, bertemu si N dan anak saya disetubuhi lagi," jelas MS.
3. Empat Tersangka Termasuk Dua Polisi
Berita Terkait
-
Dua Anggota Polda Jambi Dipecat Gegara Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026
-
14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional
-
Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi
-
Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik
-
Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi