SuaraSumsel.id - Pedagang pasar tradisional Kota Palembang, Sumatera Selatan, belum menjual minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter. Alasannya, mereka masih menyimpan stok lama dengan harga yang lebih tinggi.
Usman, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Lemabang mengatakan dia hingga kini belum mendapatkan suplai dari distributor dengan harga yang ditetapkan Pemerintah, Rp14.000 per liter.
Sehingga, ia menjual stok minyak goreng yang dibeli dari distributor sekitar dua pekan lalu yakni merek Sriwijaya MM Rp17.000 per liter, dan harga lebih tinggi lainnya.
“Kami belum dapat minyak goreng yang harganya Rp14.000 per liter,” kata dia.
Sri, pemilik Toko Sari Rasa mengatakan, dirinya masih menjual minyak goreng kemasan seharga Rp21.000 per liter dan merek lainnya Fortune Rp19.000 per liter.
“Masih ada yang beli, walau sedikit. Ini karena minyak goreng sudah dijual Indomaret dan Alfamart sudah Rp14.000 per liter,” kata Sri.
Ia tidak dapat menurunkan harga seperti yang ditetapkan pemerintah karena masih memiliki stok lama, yang mana harga beli di distributor untuk merek Sunco Rp20.000 per liter dan Fortune Rp17.500 per liter.
Karena takut merugi, Sri memutuskan untuk tidak menjual minyak goreng untuk sementara waktu karena sudah ada yang lebih murah di toko ritel modern.
“Info dari Wakil Wali Kota (Fitrianti Agustinda) saat kunjungan ke pasar ini, jika tanggal 26 Januari masih jual di atas Rp14.000 per liter akan kena Surat Peringatan,” ujar Sri.
Baca Juga: Sumsel Gandeng PT Buyung Poetra Sembada Beli Beras Petani, Dukung Food Estate
Pemerintah menetapkan kebijakan “Satu Harga” minyak goreng untuk jenis kemasan Rp14.000 per liter yang mulai berlaku pada 19 Januari 2022 pukul 00.01 WIB.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Rizali mengatakan pemerintah masih memberikan batas waktu hingga 26 Januari 2022 bagi pedagang pasar tradisional untuk menyesuaikan harga minyak goreng ini.
Pemprov Sumsel telah mendapatkan dukungan dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumsel dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Sumsel untuk program minyak goreng satu harga ini.
Selain itu, para pedagang anggota asosiasi ini juga berkomitmen mulai tanggal 26 Januari 2022 sudah menerapkan harga Rp14.000 per liter untuk semua merek minyak goreng.
“Artinya jika ada yang menjual di atas Rp14.000 per liter, akan disanksi oleh pemerintah. Mengenai teknisnya, bisa diberikan surat peringatan hingga sanksi yang lebih tegas lagi,” kata dia.
Pantauan ANTARA di salah satu toko modern Palembang di kawasan Celentang, Alfamart, harga minyak goreng untuk semua merek dipatok Rp14.000 per liter.
Tag
Berita Terkait
-
Ekspresi Ganjar Pranowo Santap Pempek Palembang Viral, Warganet: Duh, Jadi Ngiler
-
Ivan Gunawan di Palembang, Warganet Puji Keindahan Kain Songket
-
Harga Minyak Goreng Kembali Normal, Wali Kota Kendari Minta Warga Tidak Panik
-
Sumsel Gandeng PT Buyung Poetra Sembada Beli Beras Petani, Dukung Food Estate
-
Prakiraan Cuaca 23 Januari 2022, 10 Kabupaten di Sumsel Ini Bakal Hujan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pelabuhan Tanjung Carat Ditarget 2028, Biaya Logistik Sumsel Berpotensi Turun Drastis
-
Dari Uang Puluhan Juta di KSOP hingga Harley Disita, Skandal Sungai Lalan Kian Membesar
-
BRI Region 4 Palembang Gaspol Perluas Inklusi, Jaringan Agen BRILink Tumbuh Signifikan 18,82 Persen
-
Kolaborasi Indonesia-Jepang Kian Kuat, BRI Group Dorong Pembiayaan Inklusif Lewat Pegadaian-SMBC
-
BRI Masuk Global 500 Brand Finance 2026, Dorong Transformasi dan Inklusi Finansial