Tasmalinda
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:53 WIB
Car free day di Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day Palembang pada Minggu, 24 Mei 2026, untuk berolahraga dan menikmati beragam hiburan.
  • Peningkatan pengunjung menyebabkan kepadatan tinggi sehingga fungsi area sebagai tempat berolahraga yang nyaman mulai terganggu oleh keramaian.
  • Warga meminta Pemerintah Kota Palembang memperbaiki penataan area, kebersihan, serta fasilitas guna menjaga fungsi utama ruang publik tersebut.

SuaraSumsel.id - Car Free Day (CFD) di Kota Palembang semakin ramai dari pekan ke pekan. Ribuan warga kembali memadati kawasan CFD, Minggu (24/5/2026), mulai dari jogging, bersepeda, senam bersama hingga berburu hiburan dan kuliner.

Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, muncul pertanyaan baru dari sebagian pengunjung: apakah CFD Palembang masih nyaman dijadikan tempat olahraga?

Sejak pagi hari, kawasan CFD sudah dipenuhi warga dari berbagai kalangan. Banyak yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana akhir pekan tanpa kendaraan bermotor.

Suasana semakin ramai setelah Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang menghadirkan wahana flying fox gratis untuk anak-anak. Area tersebut langsung dipadati pengunjung hingga antrean panjang terlihat sejak pagi.

“Anak saya senang sekali bisa main flying fox. CFD sekarang jadi lebih ramai dan banyak hiburan,” ujar Arma (46), salah seorang warga.

Meski begitu, beberapa pengunjung mulai mengeluhkan kondisi CFD yang dinilai semakin padat, terutama di jam-jam tertentu. Aktivitas olahraga disebut mulai bercampur dengan keramaian pengunjung, pedagang, komunitas hingga wahana hiburan.

“Kalau untuk olahraga sebenarnya sekarang agak susah cari ruang yang benar-benar nyaman buat lari. Kadang terlalu padat,” kata pengunjung lainnya.

CFD Dinilai Mulai Bergeser Jadi Tempat Keramaian

Sebagian warga menilai fungsi CFD perlahan mulai bergeser. Jika sebelumnya identik dengan ruang olahraga dan area bebas polusi, kini CFD juga dipenuhi aktivitas hiburan, promosi komunitas, hingga pusat jajanan dadakan.

Baca Juga: HS Rokoknya Wong Sumatera, Haji Suryo Punya Ikatan Emosional dengan Palembang

Kondisi itu membuat beberapa pengunjung mempertanyakan arah pengembangan CFD ke depan.

“Bagus karena ramai dan hidup, tapi jangan sampai orang yang mau olahraga malah terganggu,” ujar seorang warga lainnya.

Meski ada kritik soal kepadatan dan penataan area, mayoritas warga tetap berharap Pemerintah Kota Palembang mempertahankan CFD setiap pekan karena dinilai menjadi salah satu ruang publik murah yang bisa dinikmati masyarakat.

Apalagi, ruang terbuka untuk warga berolahraga dan berkumpul bersama keluarga di Palembang masih tergolong terbatas.

Warga Minta Penataan dan Fasilitas Diperbaiki

Selain soal kepadatan, sejumlah pengunjung juga menyoroti persoalan kebersihan, area parkir, hingga penataan pedagang yang dinilai perlu diperbaiki agar CFD tetap nyaman untuk semua kalangan.

Load More