- Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day Palembang pada Minggu, 24 Mei 2026, untuk berolahraga dan menikmati beragam hiburan.
- Peningkatan pengunjung menyebabkan kepadatan tinggi sehingga fungsi area sebagai tempat berolahraga yang nyaman mulai terganggu oleh keramaian.
- Warga meminta Pemerintah Kota Palembang memperbaiki penataan area, kebersihan, serta fasilitas guna menjaga fungsi utama ruang publik tersebut.
SuaraSumsel.id - Car Free Day (CFD) di Kota Palembang semakin ramai dari pekan ke pekan. Ribuan warga kembali memadati kawasan CFD, Minggu (24/5/2026), mulai dari jogging, bersepeda, senam bersama hingga berburu hiburan dan kuliner.
Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, muncul pertanyaan baru dari sebagian pengunjung: apakah CFD Palembang masih nyaman dijadikan tempat olahraga?
Sejak pagi hari, kawasan CFD sudah dipenuhi warga dari berbagai kalangan. Banyak yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana akhir pekan tanpa kendaraan bermotor.
Suasana semakin ramai setelah Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang menghadirkan wahana flying fox gratis untuk anak-anak. Area tersebut langsung dipadati pengunjung hingga antrean panjang terlihat sejak pagi.
“Anak saya senang sekali bisa main flying fox. CFD sekarang jadi lebih ramai dan banyak hiburan,” ujar Arma (46), salah seorang warga.
Meski begitu, beberapa pengunjung mulai mengeluhkan kondisi CFD yang dinilai semakin padat, terutama di jam-jam tertentu. Aktivitas olahraga disebut mulai bercampur dengan keramaian pengunjung, pedagang, komunitas hingga wahana hiburan.
“Kalau untuk olahraga sebenarnya sekarang agak susah cari ruang yang benar-benar nyaman buat lari. Kadang terlalu padat,” kata pengunjung lainnya.
CFD Dinilai Mulai Bergeser Jadi Tempat Keramaian
Sebagian warga menilai fungsi CFD perlahan mulai bergeser. Jika sebelumnya identik dengan ruang olahraga dan area bebas polusi, kini CFD juga dipenuhi aktivitas hiburan, promosi komunitas, hingga pusat jajanan dadakan.
Baca Juga: HS Rokoknya Wong Sumatera, Haji Suryo Punya Ikatan Emosional dengan Palembang
Kondisi itu membuat beberapa pengunjung mempertanyakan arah pengembangan CFD ke depan.
“Bagus karena ramai dan hidup, tapi jangan sampai orang yang mau olahraga malah terganggu,” ujar seorang warga lainnya.
Meski ada kritik soal kepadatan dan penataan area, mayoritas warga tetap berharap Pemerintah Kota Palembang mempertahankan CFD setiap pekan karena dinilai menjadi salah satu ruang publik murah yang bisa dinikmati masyarakat.
Apalagi, ruang terbuka untuk warga berolahraga dan berkumpul bersama keluarga di Palembang masih tergolong terbatas.
Warga Minta Penataan dan Fasilitas Diperbaiki
Selain soal kepadatan, sejumlah pengunjung juga menyoroti persoalan kebersihan, area parkir, hingga penataan pedagang yang dinilai perlu diperbaiki agar CFD tetap nyaman untuk semua kalangan.
Berita Terkait
-
HS Rokoknya Wong Sumatera, Haji Suryo Punya Ikatan Emosional dengan Palembang
-
Herman Deru Ingin Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Baru, Truk Tak Lagi Padati Kota Palembang
-
Tagihan Listrik PLN Membengkak di Palembang Saat Cuaca Panas? Begini Cara Menghematnya
-
Lowongan Kerja Palembang Mei 2026 Membludak? Sektor Ini Paling Banyak Cari Karyawan
-
Jelang Idul Adha, Harga Cabai dan Bumbu Dapur di Pasar 16 Ilir Palembang Bikin Ibu-ibu Menjerit
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka
-
Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor
-
PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi
-
Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla