SuaraSumsel.id - Hujan intesitas tinggi yang mengguyur kota Palembanga, akhir pekan lalu membuat sebanyak 4.000 kepala keluarga (KK) terdampak. Sebaran ribuan kepala keluarga tersebut berada di lima kecamatan.
Kepala Basarnas Kota Palembang, Herry Marantika mengatakan ketinggian banjir melebihi satu sentimeter.
"Ada beberapa titik yang memang mengalami banjir, cuma yang lumayan parah (kedalamannya) ada di lokasi Sukawinatan , Kecamatan Sukarami," kata Herry Marantika, saat dikonfirmasi,Senin (27/12/2021).
Lima kecamatan yang terdampak di antaranya Kecamatan Ilir Timur II, sebanyak 100 KK dengan ketinggian air 25 cm, Kecamatan Ilir Timur I , 3.100 KK dengan ketinggian air 25 cm, Kecamatan Ilir Timur III, 1.040 KK ketinggian air 40 cm, Kecamatan Kalildoni. 500 KK ketinggian air 50 cm.
"Terparah di Kecamatan Sukarami, tepatnya di Perumahan Graha Sukawinatan Permai, Jalan Perjuangan Sukajaya, RT 003 RW 007. Jumlah KK dalam RT tersebut sebanyak 160 KK, yang terdampak 100 KK, jumlah rumah terendam lebih kurang 200, ketinggian air sepinggang orang dewasa 1 meter," tambahnya.
Selain melakukan pemantauan dan pendataan, Basarnas juga melakukan evakuasi terhadap beberapa warga yang terdampak. Warga yang dibawa untuk di evakuasi dengan menggunakan perahu karet.
"Yang dievakuasi tim sar ada 9 orang, 5 dewasa, 2 bayi dan 2 anak-anak. Yang lain lebih memilih bertahan dirumah masing-masimg dengan berbagai pertimbangan," ungkapnya.
Hujan deras yang mengguyur kota Palembang menyebabkan banjir di seluruh kota. BPBD Sumatera Selatan hingga kini, belum dapat data korban terdampak banjir.
"Kalau dampak seperti kerugian, kan biasanya kota yang menghitung, karena merupakan wilayah dia (Pemkot). Sudah diminta, tapi dari kota tidak ada datanya sampai sekarang," kata Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori.
Baca Juga: Palembang Diguyur Gerimis, Ini Prakiraan Cuaca Sumsel 27 Desember 2021
Ansori menilai BPBD kota Palembang kurang cermat dalam mengambil langkah. Seperti sudah satu hari banjir mengenang, maka data warga terdampak belum juga diketahui.
"Ini saja saya minta laporan berapa banyak yang terdampak, tidak ada dari kota ini. Rupanya kota juga tidak ada data berapa banyak yang terdampak itu," ungkap Ansori.
Banjir di Kota Pelembang ini merendam lima kecamatan. Banjir itu terjadi karena hujan deras diperburuk lagi oleh drainase kota yang tidak optimal.
"Menurut laporan BPBD Kota Palembang, banjir di wilayahnya terjadi setelah hujan lebat mengguyur beberapa kecamatan. Hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan debit air anak Sungai Musi meluap. Kondisi tersebut diperburuk oleh faktor drainase kota yang kurang optimal," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.
Banjir terjadi sejak Sabtu (25/12/2021) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, dengan ketinggiannya terpantau 60 sentimeter hingga 1 meter. Banjir mengakibatkan lima kecamatan terendam.
Kontributor : Welly Jasrial Tanjung
Tag
Berita Terkait
-
Palembang Diguyur Gerimis, Ini Prakiraan Cuaca Sumsel 27 Desember 2021
-
Sriwijaya Dempo Run di Sumsel Diharap Jadi Agenda Wisata Nasional
-
Sedang Asyik di Pondok, Empat Santri Tersambar Petir
-
Berlibur di Momen Natal, Warga Sumsel Pilih Berwisata ke Pantai di Lampung
-
Bencana Hidrometeorologi di Sumsel: Tanah Longsor di Lahat, Banjir di Palembang, 2 Korban
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?