SuaraSumsel.id - Gelombang tinggi di perairan Bengkulu mengakibatkan nelayan tidak bisa melaut. Nelayan mengatakan situasi tersebut membahayakan jika dipaksa melaut.
Zulkoto, nelayan tradisional di Pantai Malabero mengatakan cuaca buruk mengakibatkan dirinya memilih berhenti melaut. "Kami tidak melaut disebabkan karena gelombang tinggi yang terjadi di perairan Bengkulu," katanya.
Dengan situasi yang sama, perolehan ikan juga menipis," sambungnya.
Sembari menunggu keadaan cuaca dan tinggi gelombang membaik, ia mengatakan para nelayan memperbaiki peralatan melaut dan mencari pekerjaan lainnya.
Oleh karena itu, para nelayan di Malabero berharap, cuaca dapat kembali normal agar mereka bisa kembali melaut dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu menyebutkan bahwa tinggi gelombang di perairan Bengkulu mencapai empat meter.
Kasi Data dan Informasi BMKG Bengkulu Anang Anwar mengatakan gelombang tinggi mencapai empat meter terjadi di perairan Pulau Enggano.
"Sedangkan gelombang tinggi mencapai 3,5 meter akan terjadi di sebagian wilayah perairan Bengkulu," ujarnya.
Pergerakan pola angin dari wilayah utara Pulau Sumatra ke wilayah barat daya Samudera Hindia mencapai 30 knots atau 60 kilometer per jam.
Baca Juga: Meski Berdamai, Polwan Polda Sumsel Laporkan Pemukulan Provos ke Denpom II Sriwijaya
BMKG meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati saat mengunjungi wisata pantai di Bengkulu, sedangkan bagi masyarakat yang berada di pesisir pantai di minta untuk berhati-hati dan menghentikan sementara aktivitasnya di perairan pantai. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Meski Berdamai, Polwan Polda Sumsel Laporkan Pemukulan Provos ke Denpom II Sriwijaya
-
Gagal ke Liga 1, Pelatih Sriwijaya FC: Saya Minta Maaf
-
Ini Alasan Yenni Wahid Sebut Dua Calon Ketum PBNU Dekat dengan Gus Dur
-
Tersangka Kasus Narkoba Indra Yosef, Dilantik Jadi Kades di Polda Sumsel
-
Rayakan Hari Ibu, Ridwan Kamil Masak Jengkol Resep Bung Karno
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun
-
Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi
-
Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim
-
Kebakaran di Bangka Selatan, 600 Rumah Terdampak dan 2.400 Warga Jadi Korban
-
BRI Catat Nilai Merek USD6,9 Miliar, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional