SuaraSumsel.id - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum Dosen terhadap mahasiswi Univerisitas Sriwijaya atau Unsri berinisial DR, masuk tahap penyelidikan.
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Sehari sebelumnya, polisi menggelar olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP dengan menghadirkan korban.
Dalam pengakuan saksi di hadapan penyidik, sebelum kejadian korban minta dihantarkan ke ruangan laboratorium di salah satu Fakultas di Unsri.
Kasudit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni mengatakan pemeriksan terlapor ini penting dilakukan guna mengetahui soal kejadian yang dituduhkan kepada A.
Keterangan dari A nanti akan dicocokan dengan pemeriksaan terhadap korban serta para saksi lain yang telah diperiksa.
"Pemeriksaan saksi lain sudah dilakukan, kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan memeriksa terlapor besok sebagai saksi, "kata Masnoni kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).
Dalam penyelidikan saksi mendapatkan fakta baru. Saksi tukang ojek yang sering mengantarkan korban sempat kebingungan saat melihat DR menangis keluar dari laboratorium tersebut.
Padahal, sebelum menemui terlapor A, korban dalam keadaan rapi.
"Menurut pengakuan tukang ojek langganan korban ini, korban keluar ruangan dengan pakaian yang berantakan. Tapi saksi hanya diam ketakutan. Korban juga tidak bercerita,"kata mantan Kapolsek IB I ini.
Baca Juga: Nama Muncul pada Bursa Calon Ketua PBNU, Ketua PWNU Sumsel: Saya Mendampingi Saja
Korban sebelumnya sempat beberapa kali mencari keberadaan terlapor A untuk bimbingan skripsi. Korban kemudian dihubungi oleh temannya dan menyarankan agar datang ke kampus karena dosen A sedang berada di kampus.
"Dia beberapa kali menayakan ke adik tingkatnya di mana bapak itu, begitu tahu di kampus korban langsung mendatangi kampus dengan menggunakan jasa ojek langganan"ujarnya.
Ketika datang ke kampus, DR nenemui A di ruang laboratorium. Kondisi tempat yang sepi membuat terlapor dengan leluasa melakukam aksi bejatnya tersebut.
DR sempat melaporkan kasus yang dialaminya itu ke Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri untuk meminta pendampingan dan perlindungan agar pihak kampus mengambil tindakan.
Setelah dua bulan berjalan mediasi yang dilakukan pihak Kampus dan korban tak menemukan titik terang sampai akhirnya kasus itu dilaporkan ke Polda Sumsel, pada Selasa (30/11/2021) kemarin.
"Olah TKP sudah kami lakukan kemarin, itu sebagai salah satu upaya penyidik untuk memberikan gambaran saat kejadian," katanya
Berita Terkait
-
Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Dipecat
-
Anak-anak Jadi Korban Predator Seks di Game Free Fire, Kemen PPPA Minta Orang Tua Waspada
-
Korban Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri Bertambah, Polisi Terima Tiga Laporan
-
Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi Unsri Disidik, Polisi Periksa Saksi dan Olah TKP
-
BEM UI Pecat Kepala Departemen karena Kekerasan Seksual, Begini Kronologinya
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Palembang: Jarak Pandang Sisa 500 Meter, 15 Penerbangan Lumpuh
-
BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000
-
Akhir Pekan Makin Berkesan, Nikmati Promo Buy 1 Get 2 Ticket The Premiere dari BRI
-
BRI Hadirkan Exclusive Healthcare Services Prodia untuk Nasabah Private dan Prioritas
-
Sumsel United vs Persiku Kudus: Laskar Juaro Incar Kemenangan Perdana di Jakabaring