- Ribuan jemaah haji asal Sumatera Selatan mulai memasuki puncak ibadah Armuzna di Tanah Suci pada 9 Zulhijjah 1447 Hijriah.
- Fase Armuzna merupakan rangkaian ibadah paling berat dan menantang bagi jemaah akibat suhu panas ekstrem serta kepadatan massa.
- Petugas haji terus mendampingi jemaah untuk memastikan kelancaran rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, hingga proses melempar jumrah di Mina.
SuaraSumsel.id - Ribuan jemaah haji asal Sumatera Selatan kini mulai memasuki fase Armuzna, rangkaian puncak ibadah haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina di Tanah Suci.
Fase ini menjadi momen paling penting sekaligus paling berat dalam seluruh rangkaian ibadah haji karena menguji ketahanan fisik, mental, hingga kesabaran para jemaah di tengah cuaca panas Arab Saudi.
Saat ini, seluruh jemaah haji asal Sumsel dilaporkan telah bersiap menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah 1447 Hijriah sebelum melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk mabit serta melempar jumrah.
Kondisi terkini jemaah haji Sumsel pun menjadi perhatian banyak keluarga di tanah air, terutama karena fase Armuzna dikenal sebagai periode paling padat dan menguras tenaga selama ibadah haji berlangsung.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumsel, Muhamad Arkan Nurwahiddin, mengatakan seluruh petugas haji saat ini terus mendampingi jemaah agar dapat menjalani fase Armuzna dengan aman dan lancar.
Menurutnya, para petugas haji daerah, pembimbing ibadah, ketua rombongan, hingga ketua regu terus disiagakan untuk membantu kebutuhan jemaah selama berada di maktab maupun saat perpindahan antar lokasi ibadah.
“Di Padang Arafah, jutaan manusia akan berdiri tanpa membedakan jabatan dan kedudukan. Yang tersisa hanyalah hati yang tunduk dan doa-doa kepada Allah,” ujar Arkan dalam pesan resminya, Selasa (26/5/2026).
Ia juga meminta seluruh jemaah menjaga kesehatan dan mengatur energi selama menjalani rangkaian Armuzna yang dikenal sangat padat.
Selain suhu panas ekstrem, kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara juga menjadi tantangan tersendiri selama pelaksanaan puncak ibadah haji.
Baca Juga: Tangis Haru dan Doa Keluarga Iringi Keberangkatan 439 Jemaah Haji dari Palembang
Karena itu, petugas haji diimbau terus memperkuat pendampingan terhadap jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Arkan turut menyampaikan pesan khusus kepada para petugas haji agar tetap sabar dan ikhlas selama melayani para tamu Allah di Tanah Suci.
“Jadilah pelayan jemaah yang lembut hatinya, kuat tenaganya, dan luas kesabarannya,” katanya.
Bagi sebagian jemaah asal Sumsel, fase Armuzna juga menjadi momen paling emosional dalam perjalanan ibadah haji karena menjadi puncak penghambaan sekaligus kesempatan memperbanyak doa dan istighfar.
Keluarga jemaah di Sumsel pun kini terus memantau perkembangan kondisi para anggota keluarganya melalui grup kloter dan informasi petugas haji di Arab Saudi.
Pemerintah berharap seluruh jemaah haji asal Sumatera Selatan dapat menjalani puncak ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat serta memperoleh predikat haji mabrur dan mabrurah.
Berita Terkait
-
Tangis Haru dan Doa Keluarga Iringi Keberangkatan 439 Jemaah Haji dari Palembang
-
Daftar Tunggu Masih Panjang, Tapi Kuota Haji Sumsel 2026 Naik Jadi 5.895 Orang
-
Semua Sudah Pulang, Kecuali Satu: Jemaah Haji Sumsel Masih Hilang di Tanah Suci
-
Jamaah Haji Sumsel Mulai Bergerak ke Arafah, Simak Makna dan Persiapan Wukuf 2025
-
Berhaji di Usia Muda: Pengalaman Putri yang Tak Terlupakan di Puncak Haji Armuzna
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?