SuaraSumsel.id - Penyidikan kasus suap proyek infrastuktur dengan tersangka Bupati nonaktif, Dodi Reza Alex Noerdin terus dilanjutkan. Empat pegawai negeri sipil atau ASN di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin diperiksa KPK.
Keempat ASN diperiksa terkait mekanisme pengadaan barang dna jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat orang ASN Pemkab Muba sebagai saksi untuk Bupati Muba Nonaktif Dodi Reza Alex, terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021.
“Hari ini penyidik KPK memeriksa empat orang ASN Pemkab Muba sebagai saksi DRA,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Kamis (25/11/2021)
Pemeriksaan empat orang terkait pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021, untuk tersangka bupati Dodi Reza Alex
“Pemeriksaan saksi dilakukan di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav.4,” ungkapnya
Adapun keempat saksi yang dipanggil penyidik KPK di antaranya, Daud Amri PNS Pemkab Musi Banyuasin, Hendra Oktariza PNS Pemkab Musi Banyuasin, Hardiansyah PNS Pemkab Musi Banyuasin serta Suhendro Saputra PNS Pemkab Musi Banyuasin.
Penyidik KPK telah melakukan pengeledahan di kabupaten Muba dan kantor IKA Muba serta rumah pribadi Bupati Muba yang ada di Palembang.
Penyidik KPK pada Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 11.30 WIB lalu, mengamankan enam orang di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Baca Juga: Jalan Poros ke Sekolah Rusak, Viral Pelajar di Sumsel Gotong Royong Memperbaiki
Pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, tim KPK juga mengamankan Dodi Reza Alex dan ajudannya di lobi salah satu hotel di Jakarta dengan barang bukti uang tunai Rp1,2 miliar.
Berita Terkait
-
KPK Periksa Anak Alex Noerdin Diduga Intervensi Proyek Dinas PUPR di Musi Banyuasin
-
Usut Temuan Uang saat OTT Anak Alex Noerdin, KPK Periksa Sejumlah Pejabat hingga Pengacara
-
Tambah 40 Hari, Anak Alex Noerdin Kembali Mendekam di Rutan KPK
-
Usai Bos Ditahan KPK, Babel United Bakal Beri Kejutan Malam Ini
-
PNS Musi Banyuasin Diperiksa KPK Soal Pengaturan Pemenang Lelang Proyek
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
KPA Sumsel Siapkan Posko Solidaritas Lumbung Agraria di 4 Daerah Terdampak Karhutla
-
Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal
-
Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik