SuaraSumsel.id - Geger. warga Desa Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas atau Mura digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di sebuah rumah kosong di Dusun III, sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (25/9/2021).
Jasad tersebut diduga tewas sudah sejak beberapa hari. Jasad ditemukan sudah dalam kondisi membengkak dengan berwarna kebiruan serta menimbulkan bau busuk.
Penemuan tersebut tentu menarik perhatian baik warga sekitar maupun warga yang kebetulan lewat hingga menyebabkan kemacetan dan kerumunan.
Jasad ditemukan pertama kali oleh orang tua pemilik rumah bernama, Sutrisno, dalam kondisi duduk dengan wajah tertutup kain.
Jasad menggunakan baju batik putih keabu-abuan dan celana panjang belang kuning dan hitam.
Jasad tanpa identitas tersebut diduga berjenis kelamin perempuan, terlihat dari rambutnya yang panjang,
Berdasarakan keterangan warga sekitar, menyebutkan mayat ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB oleh pemilik rumah, saat hendak memasukan sepeda ke dalam rumah tersebut.
“Saat sudah masuk, melihat kaki yang tertutupi seng. Kemudian dibuka ternyata mayat dan langsung menyebarkan bau yang busuk,” kata seorang warga.
Warga mengira, mayat yang ditemukan tersebut bukan warga Desa Wonokerto. Sebab, tidak ada warga yang merasa kehilangan keluarganya.
Baca Juga: Lebih Waspada, Kematian Anak Sumsel akibat Terpapar COVID-19 Tinggi
Pantuan di lokasi, penemuan mayat tersebut kini sudah ditangani oleh pihak Polres Mura dan juga Polsek Tugumulyo yang saat ini sedangkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian.
Kurang dari tiga jam pasca penemuan sesosok mayat perempuan di rumah kososng di Dusun V Desa Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.
Satreskrim Polres Mura berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku atas nama, Bagus Tri Atmaja (23) warga Dusun V Desa Wonokerto.
Kapolres Mura, AKBP Efrannedy didampingi Kasat Reskrim, Alex Andriyan mengatakan bahwa, pihaknya mendapat informasi adanya penemuan mayat di Dusun V Desa E Wonokerto yang diduga menjadi korban pembunuhan.
“Alhamdulilah dari gerak cepat tim Satuan Reserse Polres Mura pelaku berhasil diamankan. Hasil dari introgasi, pelaku mengaku melakukan pembunuhan terhadap korban pada Rabu malam di TKP penemuan itu,” kata Kapolres.
Kapolres menjelaskan, korban langsung dilakukan evakuasi ke Rumah Sakit Sobirin.“Untuk sementara pelaku hanya satu orang atas nama Bagus,” jelasnya Kapolres.
Berita Terkait
-
Mahar Nikah Bawa Petaka, Calon Pengantin Pria Aniaya Pengantin Wanita
-
Polisi Sumsel Gagalkan Penyeludupan Benih Lobster, Negara Rugi Rp7 Miliar
-
Geger Mayat Perempuan Tergeletak di Pantai Legundi Anyer, Korban Asal Merak
-
Pupuk NPK Mutiara Palsu Beredar di Sumsel, Polisi Sita 700 Sak
-
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan dalam Parit di Langkat
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD