SuaraSumsel.id - Penyanyi sekaligus dokter Tompi mengungkapkan jika harga PCR atau swab di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan negara lain.
Tompi pun menandai akun Presiden Joko Widodo guna menyuarakan hal tersebut. Menurut ia, negara harus hadir dalam menyediakan tes PCR dan swab yang murah bagi masyarakatnya.
Di tengah kasus positif Covid-19 yang kian meningkat, banyak masyarakat mengeluh soal harga PCR atau swab yang mahal.
Penyanyi sekaligus sutradara Tompi juga turut merasakan keresahan itu. Lewat cuitan Twitter, ia berharap agar pemerintah bisa menurunkan harga PCR atau swab semurah-murahnya.
“HARGA PCR ATAU SWAB HARUS SEMURAH2nya!!! NEGARA HARUS HADIR memastikan ini,” tulis Tompi di Twitter @dr_tompi.
Melansir hop.id-jaringan Suara.com, Tompi mengungkapkan jika harga PCR atau swab di Indonesia cenderung lebih mahal. Ayah tiga anak tersebut, kemudian menandai akun Twitter Presiden Jokowi.
“Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah Beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayo lah Bisa! Mohon kendalinya Pak @jokowi,” ujarnya.
Unggahan itu lantas dikomentari oleh jagat Twitter dengan berbagai pendapat. Banyak yang meerasa setuju dengan cuitan penyanyi pemilik bernama Teuku Adifitrian tersebut.
“Dok punten maaf ya, tapi kalau mau PCR gratis bisa langsung ke Puskesmas, bilang aja habis kontak erat inshaAllah diterima. PCR murah saya dukung banget, tapi kalo gratis opsinya pun aja tgl mau atau engga aja.,” tulis seorang netter.
Baca Juga: Kapolda Sumsel Diperiksa soal Donasi Rp 2 Triliun, Polri: Itu Masalah Internal
“Org begitu disuruh swab pcr pasti udah mikir biayanya… saya yg nakes aja mikir ngeluarin duit sebanyak itu, makanya org pada gamau swab pcr, mauny swab antigen aja,, malah swab antigen jg masih mahal untuk kebanyakan orang,” kata netter lain.
“Saya sdh alami Dok. Tgl 31/05/21 tes Swab Antigen di RS biayanya Rp 250.000, hasil positif & disarankan utk Swab PCR biayanya Rp 1,2 jt utk memastikan apakah benar² terkena Covid atau tdk. Saya tolak, lgsg isoman saja. Alhamdulillaah sdh sembuh, tgl 15/06/21 sdh bisa keluar rumah,” ujar warganet.
Tompi juga pernah menjadi sorotan publik setelah menyampaikan keresahan warganet tentang aturan makan di tempat selama 20 menit,
“Makan 20 menit aja dijadikan lelucon, memang kita ini senang bercanda. Tapi terlepas dari itu, saya menangkap maksud dari makan 20 menit itu bukan masalah waktunya, tapi penekanan ‘JANGAN BERLAMA-LAMA, mengurangi risiko tertular, BIAR HIDUP LEBIH LAMA’ Bercanda boleh tapi jangan kebablasan,” ungkap Tompi.
“Ayolah energinya kita habiskan buat sama-sama menghentikan penularan Covid ini, daripada habis untuk menghujat dan nyari negatifnya mulu. Katanya udah capek sama keadaan begini, kalau hak bareng dan seirama enggak bakalan beres. Nah kalau semua mau bikin irama sendiri-sendiri BINGUNG lah,” tambah Tompi.
Berita Terkait
-
Mulai 12 Juli Satgas Covid-19 Cuma Akui Hasil Tes PCR di 742 Laboratorium, Ini Daftarnya
-
Hore! Gubernur Bali Minta Biaya Tes Swab PCR Turun Harga
-
Wow! Biaya Test PCR Covid-19 di Bandara Hasanuddin Rp 900 Ribu
-
Respons IDI Mengenai Harga Tes PCR yang Ditetapkan Pemerintah
-
Mahal, Pemprov DKI Akan Ubah Harga Tes PCR dari Kemenkes
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
-
Sungai Lematang dan Lengi Meluap, Ratusan Warga Muara Enim Terdampak Banjir
-
BRI Gandeng BP Batam & Kemenkop: Akses Pembiayaan UMKM di Zona Perdagangan Bebas Makin Mudah
-
Program Klasterku Hidupku BRI Dorong Petani Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas
-
Perkuat Investasi Daerah, BRI Gandeng BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM