SuaraSumsel.id - Hingga Rabu (14/07/2021) pagi, Gubernur Bangka-Belitung Erzaldi Rosman Djohan belum juga hadir di Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Lestari (CBL) yang dikuasai ratusan nelayan sejak Senin (12/07/2021) siang.
Kapal isap timah di Perairan Bedukang, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. ditinggalkan masyarakat nelayan karena dibubarkan aparat keamanan.
“Ya, massa dibubarkan atau diminta meninggalkan kapal oleh aparat keamanan (polisi) sejak sore kemarin. Tapi baru pagi ini beransur meninggalkan kapal. Tidak ada kekerasan,” kata Sukardi, warga dari Dusun Tuing, yang ikut aksi tersebut, Rabu (14/07/2021).
Meskipun aksi ini tidak mencapai target, namun masyarakat nelayan akan terus berjuang.
"Sebab ini menyangkut hak hidup orang banyak. Ribuan keluarga di Matras, Bedukang, Tuing hingga Pesaren kehilangan pencarian. Bukan hanya saat ini, juga untuk beberapa generasi ke depan, karena laut kami akan rusak akibat aktivitas KIP,” ujar Sukardi.
Dia pun berharap pemegang kebijakan di Bangka Belitung maupun di pusat guna menghentikan aktifitas KIP.
"Cobalah belajar dari cobaan Tuhan berupa hadirnya pandemi Corona di Indonesia yang tak kunjung berakhir. Pasti ada yang harus diperbaiki dalam mengurus rakyat yang terus menderita ini,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan masyarakat nelayan dari Matras hingga Pesaren, di Kecamatan Riau Silip dan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menguasai Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Lestari (CBL) di Perairan Bedukang, sejak Senin (12/07/2021) siang sekitar pukul 13.30 WIB.
Mereka menuntut pemerintah untuk segera mencabut SPK seluruh Kapal Isap Produksi yang beroperasi di Perairan Matras, Bedukang dan Tuing.
Baca Juga: Lagi Musim, Ini Menariknya Membeli Durian di Bangka
“Revisi Perda RZWP-3-K Bangka Belitung, dan hapus zona tambang dari perairan Matras sampai Pesaren. Serta, menuntut Menteri ESDM agar cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) di perairan Matras sampai Pesaren,” kata Heri Susanto, Ketua Forum Nelayan Tuing.
Guna memastikan tuntutan tersebut terwujud, mereka meminta Gubernur Bangka Belitung, Bupati Kabupaten Bangka, dan Kapolda Bangka Belitung, hadir ke KIP CBL untuk membuat pernyataan yang memenuhi tuntutan tersebut.
Sementara menanggapi aksi ratusan nelayan ini, Kabid Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk Anggi Siahaan mengatakan pihaknya menyayangkan pergerakan kelompok masyarakat yang menduduki kapal mitra yang bekerja di dalam WIUP PT Timah Tbk.
Mengingat, operasi produksi sudah dilaksanakan mengikuti aturan. “Sebagai informasi kita sudah berkoordinasi terkait kejadian kepada Inspektur Tambang,” katanya.
Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Penjelasannya tidak hanya menyampaikan PT Timah sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan melaksanakan operasi produksi, namun ag gar pemanfaatannya dapat lebih maksimal, serta mengedepankan sinergitas,” katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Nelayan Perempuan di Bangka Turut Aksi Duduki Kapal Isap Timah
-
Tolak Tambang, Ratusan Nelayan Bangka Duduki Kapal Isap
-
Makin Menggila! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Bangka Bertambah Tiga Orang
-
Sedih, 20 Bayi di Bangka Terinfeksi COVID 19
-
Wamentan Terima Kunjungan Gubernur Bangka Belitung, Berikut Poin-Poin yang Dibahas
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok
-
Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo
-
Dua Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo Karhutla, Koalisi Pers Sumsel Beri Kapolda Tenggat 2x24 Jam