SuaraSumsel.id - Sistem Cash On Delivery atau COD kembali bermasalah. Seorang ibu di Palembang emosi dan marah-marah kepada kurir dan meminta untuk mengembalikan uangnya.
Tampak di video seorang ibu - ibu dengan membuka amplop berwarna coklat yang diperkirakan barang yang dipesannya. Ia tampak emosi, saat mengetahui jika barang yang berisikan amplop tersebut ternyata tidak sesuai ekspektasi dan permintaan yang dia ingin.
Ia pun meminta kurir mengembalikan barang yang telah tiba itu dan mengembalikan uang miliknya.
"Bu, Mbak Fitri sering aku anterin paket," ujar kurir.
"Nah, itu lah," saut sang ibu cepat.
Namun, kata kurir, permasalahannya kurir hanya bertindak sebagai kurir yakni orang yang mengantarkan barang.
Sang ibu, kembali menolak penjelasan itu.
"Kami dak galak (kami tidak mau)," kata ibu tersebut.
Ia pun melempar amplop tersebut dan meminta kurir mengantarkan barang tersebut kembali kepada penjualnya,
Baca Juga: Video Detik-detik Kecelakaan Beruntun, Motor Terjepit Mobil dan Truk di Sumsel
"Kami dak galak, bawa lagi barang itu. Dak itu, balekke uang, (Kami tidak mau, bawa lagi barang itu, atau pulangkan uang tersebut)," kata ibu kembali dengan emosi.
Ibu berbaju biru menuduh jika amplop yang dihantarkan tidak ia buka segera, maka ia pun makin tertipu.
"Sudah aku buka, kalo tidak, pas kau pergi, aku makin tertipu (sudah aku buka, jika tidak dibuka maka aku makin tertipu)," amuk ibu itu.
Video COD bermasalah ini pun ramai di media sosial. Salah satu akun yang membagikannya ialah aku palembang.terciduk dengan memberikan keterangan,
Terjadi lagi COD di Palembang yang tidak lain artinya Cash on Duel.
Gara-gara paket yang diterima diduga berbeda dengan yang dipesan, maka seorang kurir dimahari pembeli ketika mengantarkan barang pensanan dengan sistem COD.
Berita Terkait
-
Binggung Cari Kampus? Ini 11 Kampus Swasta di Palembang dan Jadwal Pendaftarannya
-
Situasi Masih Pandemi, Pemkot Palembang Naikkan Pajak Tempat Hiburan Jadi 40%
-
Kadisdik: Tidak Semua SD/SMP di Palembang Belajar Tatap Muka Juli Nanti
-
HUT 1338 Tahun, Maestro Penari Anna Kumari Hadiahi Palembang Tiga Benda Sejarah
-
HUT ke 1338, Palembang Disarankan agar Belajar Pengelolaan Sungai ke Bangkok
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap
-
Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen