SuaraSumsel.id - Nama pempek kini memang telah beragam, muncul berbagai kreasi nama pempek di masyarakat khususnya di Palembang, Sumatera Selatan.
Nama pempek ini dikreasikan berdasarkan bentuk yang dihasilkan berupa adonan daging ikan dan tepung. Nama pempek kapal selam juga sempat ditelusuri dari sumber asalnya.
Nama pun berkembang dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Nama kapal selam dinyakini sejarahwan kota Palembang, RM Ali Hanafiah, karena ukurannya yang besar.
Selain itu, penamaan kapal selam lebih disebabkan karena ukuran yang besar ini mengakibatkan kapal akan langsung tenggelam, seperti halnya kapal selam.
"Sebagian besar beranggapan karena ukurannya yang besar, sehingga mudah tenggelam mirip kapal selam tadi," ujarnya saat acara halal bihalal yang digelar komunitas Gastronomi Sumsel, Sabtu (5/6/2021).
Dia pun menjabarkan, bentuk pempek kapal selam sebenarnya juga pempek telok besak atau pempek telur besar. Yakni sebuah pempek dengan ukuran pempek lebih besar pada umumnya, berisikan telur satu utuh.
"Jika lenjer memiliki sebutan pempek lenjer kecil dan besar. Lalu, pempek tahu juga ada yang mengebutnya pempek tahu kecil atau pempek tahu besar atau model. Maka itu sama juga dengan pempek telok (pempek telur)," terang ia.
Pempek telur sendiri, ada dua jenis. Pempek telur berukuran kecil dan pempek telur berukuran besar atau juga dikenal dengan pempek kapal selam.
"Sehingga penamaan disesuaikan bentuknya. Mengenai komposisi, sebenarnya saja saja, yakni pempek atau kelesan, yakni campuran daging ikan dan tepung," terang Ali Hanafiah atau lebih dikenal Cak Amir.
Baca Juga: Penusuk Polisi di Palembang Mengaku Teroris, Kapolda Sumsel: Tidak Langsung Dipercaya
Dalam acara halal bihalal yang digelar secara virtual dan bertemakan Lebaran Palembang, Tradisi dan Kulinernya ini, Cak Amir ini pun membahas jenis pempek lainnya. Menurut ia, beberapa jenis pempek di Palembang mengalami perkembangan, akibat adanya modifikasi hingga permintaan pasar.
Misalnya saja pempek belah. Pempek yang berisi ebi dan sambal kecap merupakan modifkasi dari pempek yang telah ada selama ini, atau mungkin juga mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.
"Ada juga sekarang pempek klepon, pempek dengan warna mirip klepon lalu diisi dengan cuka padat sebagai isian," terang Cak Amir.
Sementara untuk cuka sendiri, Cak Amir lebih menyakini sebagai teman makan pempek. Dengan menampilkan cuka sebagai asam, merupakan teman makan pempek yang pas.
Asam yang dimaksud ialah asam yang pedas.
"Jika cuka itu, memang sudah ada sejak pempek juga ada. Benar-benar jadi teman makan," ujarnya.
Berita Terkait
-
Mengaku Teroris, Latar Belakang Pria Misterius Penusuk Polisi Palembang Didalami
-
Penusuk Polisi di Palembang Mengaku Teroris, Kapolda Sumsel: Tidak Langsung Dipercaya
-
Polisi Ditusuk Pria Misterius di Palembang, Sempat Mengaku Teroris
-
Palembang Kini Miliki Data Terpadu Berbasis Digital, Aplikasi Satu Data
-
Dua Tahun Jual Obat dan Komestik Ilegal, Ibu Muda di Palembang Ditangkap
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi