SuaraSumsel.id - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menyediakan data terpadu berbasis digital dengan Aplikasi Satu Data Palembang. Data ini nantinya bisa diakses masyarakat untuk keperluan berbagai sektor kegiatan.
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Rabu, mengatakan kumpulan data yang dapat diakses melalui laman satudata.palembang.go.id berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan.
"Tanpa adanya data maka kita seperti orang buta yang berjalan tanpa arah," ujarnya usai peluncuran aplikasi besutan Dinas Kominfo Kota Palembang tersebut.
Data terpadu berbasis digital dengan 90 persen data terkait ekonomi, kesehatan, sosial, lingkungan dan lain-lain sudah dapat diakses di aplikasi tersebut, sedangkan sisa data secara bertahap akan dilengkapi.
Pihaknya berharap keterpaduan data juga dapat meningkatkan kontribusi berbagai pihak dalam percepatan pembangunan di Kota Palembang, serta menjadi tolak ukur kinerja pemerintah.
"Karena datanya sudah ada, maka tujuan dan target percepatan pembangunan bisa dilaksanakan," kata dia.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang Edison menambahkan inovasi aplikasi tersebut bentuk tindaklanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia.
"Inilah cikal bakal untuk menjadi satu data Indonesia di mana masyarakat bebas menggunakanya, baik oleh warga Palembang maupun seluruh Indonesia," katanya menjelaskan.
Menurutnya data yang dipublikasi bersifat teknis, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, seperti data jumlah perumahan, data ruang terbuka, data panjang jalan hingga jumlah anak sungai. (ANTARA)
Baca Juga: Dua Tahun Jual Obat dan Komestik Ilegal, Ibu Muda di Palembang Ditangkap
Berita Terkait
-
Dua Tahun Jual Obat dan Komestik Ilegal, Ibu Muda di Palembang Ditangkap
-
Sejumlah Hotel di Palembang Muncul di Market Place Penjualan Properti, Ini Tanggapan PHRI
-
Viral Tawuran Pemuda antar Geng di Palembang, Netizen Gagal Fokus Suara Perekam
-
Epidemiolog Unsri: Palembang Butuh Terobosan Baru Kendalikan COVID 19
-
Triwulan I 2021, Realisasi Investasi di Palembang Baru Rp 457,9 Miliar
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji
-
Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim