SuaraSumsel.id - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggerebek judi sabung ayam yang akhir-akhir ini marak di kawasan pinggiran kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Untuk memberantas perjudian, polisi menurunkan tim yang diperkuat personel Brimob. Bahkan saat pengerebekkan, pelaku berlari ke sungai terdekat.
Dilansir dari ANTARA, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol.Supriadi di Palembang mengatakan salah satu arena perjudian sabung ayam yang menjadi sasaran pemberantasan yakni di Desa Babatan Suadagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Arena judi sabung ayam itu dilakukan penggerebekan pada Kamis (3/6) oleh personel bersenjata lengkap (full gear) dipimpin langsung Dansat Brimob Kombes Pol.Yudo Nugroho Sugianto.
Penggerebekan tersebut cukup sulit dilakukan karena personel harus menyusuri pinggiran sungai dengan akses jalan yang sempit.
Dalam penggerebekan arena judi sabung ayam di pinggiran Kabupaten Ogan Ilir itu, tim menangkap 15 tersangka dan mengamankan barang bukti ayam jago 20 ekor, gawai 12 unit, uang tunai Rp.8.939.000.
Selain itu, di arena judi sabung ayam diamankan juga alat permainan judi bola gelinding sebanyak tujuh unit, gaple 18 biji, pisau taji ayam satu buah, sepeda motor 46 unit, dan mobil satu unit.
Pada saat penggerebekan, para tersangka berusaha melarikan diri ke sungai, namun berhasil diantisipasi sehingga seluruhnya dapat diamankan tanpa ada yang berhasil lolos dan terluka.
Penggerebekan judi sabung ayam dan pemberantasan penyakit masyarakat lainnya di wilayah hukum Polda Sumsel akan dilakukan lebih gencar.
Baca Juga: 19 Tahun Menanti, Pria Asal Sumsel Ini Kecewa Batal Berangkat Haji
Selain gencar melakukan penegakan hukum, pihaknya juga berupaya mengimbau masyarakat agar menjauhi perjudian apapun bentuknya termasuk sabung ayam, serta penyakit masyarakat lainnya, karena perbuatan itu melanggar atau melawan hukum dan ada sanksi pidananya dengan ancaman kurungan penjara hingga 10 tahun, ujar Kabid Humas Polda Sumsel. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?