SuaraSumsel.id - Awal November lalu, pasar ikan modern di Palembang, Sumatera Selatan diresmikan langsung oleh mantan menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo.
Namun sejak diresmikan untuk umum, banyak kos yang belum banyak diisi pedagang dan dikunjungi masyarakat.
Kondisi sepinya aktivitas jual dan beli di pasar tersebut diungkapkan Rahmad salah seorang pedagang di Pasar Ikan Modern Palembang.
"Sekarang ini banyak pedagang mulai menghentikan sementara kegiatan penjualan ikan karena pembeli sepi atau tidak sesuai dengan harapan. Pembeli pada hari biasa seperti hari ini paling banyak belasan orang, sedangkan pada akhir pekan Sabtu dan Minggu jumlah pembeli sedikit meningkat sekitar 20 -40 orang," ujarnya dilansir Antara.
Untuk mengatasi masalah sepinya aktivitas jual beli tersebut, diharapkan pihak BUMD yang mendapat kepercayaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengelola pasar ikan modern tersebut membuat trobosan yang bisa menarik masyarakat berkunjung dan memotivasi pedagang terus semangat berjualan.
Jika kondisi sepi tersebut tidak segera diatasi, pasar ikan modern yang dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah itu bisa ditinggal pedagang dan pembeli.
Untuk biaya operasional, pedagang harus mengeluarkan uang jaminan Rp1,1 juta, kemudian uang bulanan lapak Rp400.000 dan uang harian untuk kebersihan Rp9.000.
Melihat kondisi sepi sekarang ini, biaya operasional tersebut cukup membebani pedagang dan bisa membuat pedagang mengalami kerugian besar jika tidak segera dicarikan solusinya, kata Rahmad.
Sebelumnya Direktur Logistik KKP, Innes Rahmania ketika meninjau persiapan peresmian pasar ikan modern Palembang, November lalu menjelaskan pasar tersebut merupakan pasar ikan modern pertama di Pulau Sumatera.
Baca Juga: Kini Tes Swab Covid 19 di RS Pupuk Sriwijaya Palembang Bisa Lebih Cepat
"Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Kota Palembang menjadi salah satu dari tiga kota di Indonesia yakni Bandung, Jakarta dan Palembang, yang menjadi percontohan pembangunan pasar ikan modern," ujarnya.
Pasar ikan modern Palembang dibangun di lahan seluas 9.000 meter persegi kawasan Jalan MP Mangkunegara, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) III.
Pasar ikan modern tersebut menjadi pusat penjualan ikan segar yang dihasilkan nelayan dari provinsi setempat.
Pasar tersebut terdapat 200 lebih lapak yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemkot Palembang di bawah manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Palembang Trading and Logistics (Patralog).
Pasar Ikan Modern Palembang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti gudang berpendingin (cold storage) untuk tempat penyimpanan ikan, lahan parkir cukup luas, serta instalasi pengolahan air limbah (ipal) dengan kapasitas hingga 50 meter kubik, kata Innes.
(ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh