SuaraSumsel.id - Dihantui rasa bersalah dan selalu teringat muka korban yang ditikamnya, dua beradik ini, Chandra Oktaviansyah (23) dan Kelvin Pebriansya (19) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Kertapati, Palembang.
Kedua pelaku menghabiskan nyawa Prans (20) pada Rabu 28 Oktober 2020 lalu, saat berada di tenda Yus Tenda Jalan Merantai Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati.
Almarhum meninggalkan istri yang tengah hamil setelah menikah dua bulan.
Kapolsek Kertapati Iptu Irwan Sidik mengatakan, anggotanya terus mengejar pelaku.
Pihaknya juga melakukan upaya persuasif dengan terus meminta agar keluarga tersangka menyerahkan Chandra Oktaviansyah (23) dan Kelvin Pebriansya (19).
"Kita terus kejar pelaku dan juga telah mengetahui kalau pelaku kabur ke Karang Agung di Jalur 15 kawasan Banyuasin," katanya kepada SuaraSumsel.id Rabu (18/11/2020).
Kedua pelaku kemudian dijemput di rumahnya di Sungai Buaya RT 34 RW 8 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati.
"Kita jemput mereka,” sambungnya.
Pelaku Chandra Oktaviansyah mengakui alasan menyerahkan diri guna menebus rasa bersalahnya sekaligus tidak mau terus dalam kejaran polisi.
Baca Juga: Kronologis Kakek Wastu Dipenjara 9 Bulan, Tapi Divonis Bebas Oleh Hakim
"Biar tenang saja, saya tidak mau dihantui dosa,"katanya.
Dari para pelaku polisi juga menyita dua barang bukti (BB) satu senjata tajam jenis samurai dan satunya lagi jenis badik yang dipakai membunuh korban. Perbuatannya pelaku di jerat pasal 340 KUHP, 338 KUHP 170 Aya 3 KHUP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
Kontributor : Muhammad Moeslim
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik
-
Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla
-
Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam