SuaraSumsel.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai perlintasan sebidang ketera api karena rawan kecelakaan.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan perlintasan sebidang merupakan perpotongan jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyak perlintasan sebidang di sepanjang rel karena makin meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan.
Perlintasan sebidang berpotongan langsung dengan jalan kereta api sehingga menjadikan perlintasan sebidang menjadi salah satu yang rawan kecelakaan.
“Karena itu keberadaan pintu perlintasan utamannya difungsikan untuk mengamankan perjalanan kereta api,” ujar dia, Rabu (14/10/2020) dalam keterangan persnya kepada Suarasumsel.id.
Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.
Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.
Aida mengatakan pihaknya menggelar sosialisasi di empat lokasi di antaranya wilayah Divre III Palembang dilaksanakan di empat titik yaitu, JPL 90 (Depan Yon Zikon) Kertapati, JPL 75 (Pasar Prabu Jaya) Prabumulih, JPL 127 Muaraenim dan JPL 149 (Pos B) Lahat.
Dalam kegiatan ini, KAI menggandeng Balai Teknik Perkeretapian(BTP), TNI, Polri, Dinas Perhubungan Jasa Raharja, serta komunitas pencinta kereta api.
Baca Juga: 7 Infrastuktur di Palembang Ini Dikebut Tahun Depan, Ada Underpass Charitas
Imbauan juga disampaikanmelalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati. Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan.
Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dan mengutamakan keselamatan serta selalu berhati-hati apabila akan melewati perlintasan sebidang.
“Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tujuan,” tutup Aida.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak Palembang 27 Februari 2026: Waktu Sahur & Buka Puasa Lengkap
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?
-
Didukung Kredit dan Dana Murah, Laba BRI Capai Rp57,13 Triliun di 2025
-
Jadwal Buka Puasa Palembang Hari Ini, 26 Februari 2026: Catat Jam Maghrib dan Doa Berbuka