SuaraSumsel.id - Aksi kemanusian yang digagas oleh Komunitas Perawat Peduli Palembang sangat mulia dan membanggakan.
Mereka berinisiatif mengumpulkan donasi sesama rekan profesi sekaligus dari masyarakat luas dengan menggunakan media sosialnya.
Salah satu program yang menjadi kegiatan rutin yakni warung makan perawat Rp 2.000.
Setiap bulan, kehadiran warung makan perawat ini selalu dipadati warga. Saat masa pandemi (wabah) Virus Corona ini, jumlah nasi yang dibagikan terus ditambah oleh tim relawan.
Berawal dari aksi satu tahun yang lalu, aksi ini digelar setiap bulan pada minggu 3-4 di kawasan 24 Ilir Palembang
“Awalnya, kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Pasar Lemabang. Namun karena di tempat tersebut terus padat didatangi masyarakat, tetapi lokasinya terbatas hingga kami kekhwatiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maka warung membuka cabang lainnya, di 24 ilir,” kata Founder Komunitas Perawat Peduli Palembang, Fitriono Bagustio, kepada SuaraSumsel.id, Senin (29/9/2020).
Di kawasan 24 Ilir Palembang ini, penyediaan lokasi juga dibantu elemen masyarakat dan pemerintah setempat.
Aksi membagikan nasi Rp 2.000 telah dimulai tepat satu tahun yang lalu.
Bermula, kata Bagus, dari filosofi ingin membagi atau mengharapkan masyarakat tidak kelaparan meski dalam kondisi ekonomi yang terbatas.
Baca Juga: Suster Fira Curhat ke Presiden Jokowi, Titip Pesan Ini
“Saya awalnya terinsprasi dari nasi. Manusia ini kan tidak mungkin akan makan nasi berlebihan, karena ada batasannya. Sementara ada juga manusia yang kekurangan makan hingga sakit. Karena itu, apa salahnya dari mereka yang berlebihan itu, nasi didistribusikan kepada yang membutuhkan,” terang ia.
Dengan memasang tarif harga Rp 2.000, ia memastikan bahwa pembeli akan mendapatkan hak nasinya.
“Artinya masyarakat tidak menerima gratisan. Ini hanya filosofi bahwa sebenarnya mereka juga pembeli yang memiliki hak menerima makanan. Namun karena ada masyarakat yang mensisihkan donasi kepada kegiatan, maka kualitas dan jumlah makanan yang diterima akan lebih baik atau layak,” ujar ia.
Harga Rp 2.000 ini memastikan jika para pembeli juga memiliki hak atas makanan yang mereka terima.
Dalam satu porsi nasi seharga Rp 2.000, pembeli akan mendapatkan nasi sebagai sumber makanan karbonhidrat, lauk pauk sebagai sumber protein dan sayuran sekaligus buah sebagai sumber vitamin. Porsi makan lengkap, sesuai kebutuhan pangan tubuh.
Program warung dimulai pada pukul 15.00 WIB sampai dengan selesai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin