- PT Bukit Asam mengelola kawasan Ombilin di Sawahlunto melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian sejarah.
- Perusahaan membina warga mengembangkan usaha produktif seperti budidaya lebah, peternakan, pertanian kopi, dan kerajinan songket.
- PT Bukit Asam membangun PLTS berkapasitas 18,7 kilowatt peak pada 2019 untuk mendukung irigasi persawahan warga.
Selain peternakan, PTBA turut mendukung pengembangan usaha pertanian kopi yang dikelola Abi. Pembinaan tersebut diarahkan untuk memperkuat usaha sekaligus mendorong munculnya penggerak ekonomi lokal di Sawahlunto.
Sektor industri kreatif juga mendapat perhatian melalui pembinaan usaha tenun Songket Silungkang yang dikembangkan Anita Dona Asri.
Pengembangan usaha tenun tidak hanya berkaitan dengan peluang ekonomi, tetapi juga upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal. Songket Silungkang menjadi salah satu produk kerajinan yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.
PLTS 18,7 kWp Dukung Irigasi Persawahan
Baca Juga:PTBA Raih Penghargaan Kementerian ESDM atas Kepatuhan Pembayaran PNBP
Selain pengembangan usaha masyarakat, PTBA menjalankan program yang berkaitan dengan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung aktivitas pertanian.
Pada 2019, perusahaan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Talawi Mudik, Sawahlunto, dengan kapasitas 18,7 kilowatt peak (kWp).
Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa irigasi yang menyalurkan air ke persawahan masyarakat. Program ini ditargetkan memberikan manfaat bagi 115 petani beserta 345 anggota keluarganya.
Pemanfaatan PLTS untuk kebutuhan irigasi menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat melalui penggunaan energi terbarukan.
Yulfaizon mengatakan, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari pengelolaan Ombilin agar potensi daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Baca Juga:Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
“Melalui program TJSL, kami berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif. Mulai dari budidaya lebah madu, peternakan, pertanian kopi, hingga industri tenun, seluruhnya memiliki peluang untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah,” tuturnya.
Menjaga Sejarah Tambang, Mengembangkan Ekonomi Masyarakat
Bagi PTBA, pengelolaan Ombilin mencakup dua kepentingan yang saling berkaitan, yakni menjaga nilai sejarah kawasan pertambangan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Kawasan Ombilin memiliki arti penting dalam sejarah pertambangan batu bara Indonesia dan telah menjadi bagian dari warisan dunia. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan perhatian terhadap aspek pelestarian, pemanfaatan aset, dan keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, pengembangan usaha masyarakat menjadi salah satu cara agar keberadaan kawasan tersebut turut memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Melalui pembinaan kelompok tani, pengembangan produk lokal, pemanfaatan lahan bekas tambang, hingga pembangunan fasilitas energi surya, PTBA berupaya mendorong masyarakat Sawahlunto mengembangkan potensi yang dimiliki.