Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Kabut asap di Palembang picu lonjakan kasus ISPA di atas 50%. Seorang driver ojol bergejala sesak napas meninggal dunia, soroti rentannya pekerja luar ruangan.

Tasmalinda
Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan
Kabut asap menyelimuti kawasan Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan. Asap pekat mengurangi jarak pandang [Mohamad Shabir Fikri/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pengemudi ojol bernama Hardiansyah meninggal dunia di Palembang pada September 2026 setelah mengalami sesak napas di tengah kabut asap.
  • Dinas Kesehatan Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA akibat kabut asap karhutla sepanjang 1 hingga 21 September 2026.
  • Dokter Ghea Duandiza menyatakan kunjungan pasien ISPA di Palembang melonjak lebih dari 50 persen dari biasanya.

Kapan sesak napas harus dianggap darurat?

Ghea mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap semua keluhan sesak sebagai gangguan ringan. Ada sejumlah tanda yang menurutnya perlu menjadi perhatian dan membutuhkan pertolongan medis segera.

Beberapa di antaranya adalah napas yang semakin cepat disertai tanda-tanda syok, perubahan warna bibir, kuku atau ujung jari menjadi kebiruan, hingga penurunan kesadaran.

Kondisi yang juga perlu segera dibawa ke IGD antara lain henti napas, batuk disertai darah, nyeri dada hebat atau sesak yang tidak membaik meski sudah menggunakan obat yang biasa dikonsumsi pasien.

Baca Juga:Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap

Artinya, masyarakat tidak disarankan menunggu terlalu lama ketika seseorang dengan gangguan pernapasan mulai menunjukkan tanda kegawatan.

Apa yang harus dilakukan saat menemukan orang sesak di tengah asap?

Jika menemukan seseorang mengalami sesak napas di ruang publik, Ghea menyarankan agar orang tersebut segera dipindahkan ke lokasi yang tidak terlalu ramai dan memiliki sirkulasi udara lebih baik. Posisi tubuh pasien dibuat senyaman mungkin. Pakaian yang terlalu ketat juga perlu dilonggarkan.

Masyarakat juga diminta tidak sembarangan memberikan makanan atau minuman kepada orang yang sedang mengalami kondisi tersebut. “Jangan memberikan makanan atau minuman kecuali obat yang memang biasa dikonsumsi pasien, jika ada. Risiko tersedak sangat tinggi,” ujar Ghea.

Setelah itu, segera minta bantuan tenaga medis dan jangan meninggalkan pasien sendirian.

Baca Juga:Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lewat Sholat Istisqa di Tengah Kemarau

Terlebih jika orang tersebut mulai kehilangan kesadaran, mengalami perubahan warna pada bibir atau kuku, atau kesulitan bernapas yang semakin berat.

Secara medis, mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan ketika kualitas udara memburuk. Ghea juga menyarankan masyarakat menutup rapat pintu dan jendela rumah serta menggunakan masker respirator seperti N95 ketika harus beraktivitas di luar.

Tetapi anjuran tersebut tidak selalu mudah diterapkan.

Pekerja informal seperti pengemudi ojol justru menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan. Karena itu, mereka termasuk kelompok yang sulit sepenuhnya menghindari paparan udara luar ketika asap menyelimuti kota.

Untuk kelompok pekerja lapangan, Ghea menyarankan agar perlindungan tetap dilakukan sebisa mungkin, termasuk disiplin menggunakan masker, menjaga asupan air dan segera memeriksakan diri ketika muncul keluhan kesehatan.

Angka ISPA Palembang sudah tinggi sebelum Oktober

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak