suara hijau

Di Kaki Bukit Besak, Menjaga Hutan di Tengah Lanskap yang Berubah

Warga Desa Tanjung Beringin di kaki Bukit Besak menjaga hutan, mengembangkan kopi dan wisata, serta menjajaki PLTS bersama HaKI demi ekonomi berkelanjutan di tengah tambang.

Tasmalinda
Senin, 28 September 2026 | 17:05 WIB
Di Kaki Bukit Besak, Menjaga Hutan di Tengah Lanskap yang Berubah
Di kaki Bukit Besak, hutan dan kebun bertemu dalam satu lanskap.[dok HaKI Sumatera Selatan]
Baca 10 detik
  • Warga Desa Tanjung Beringin di Lahat mengelola lahan secara turun-temurun hingga memperoleh izin hutan desa seluas 390 hektare pada tahun 2021.
  • Masyarakat mengembangkan komoditas kopi dan karet serta mendirikan kelompok sadar wisata untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa.
  • Lembaga HaKI menjajaki pemasangan pembangkit listrik tenaga surya guna mendukung kegiatan wisata dan pengolahan hasil pertanian warga.

Listrik PLN telah masuk sejak 2022. Namun, ketika rencana pengembangan wisata dan pengolahan komoditas mulai tumbuh, kebutuhan energi juga ikut bertambah. Di tengah bentang alam yang selama puluhan tahun dikenal dengan sumber energi fosilnya, warga kini melihat kemungkinan lain dari energi yang tersedia di sekitar mereka. Matahari menjadi salah satu pilihannya.

Di kaki Bukit Besak, hutan dan kebun bertemu dalam satu lanskap.[dok HaKI]
Di kaki Bukit Besak, hutan dan kebun bertemu dalam satu lanskap.[dok HaKI]

Matahari untuk hutan dan ekonomi desa

Dalam program Percepatan Transisi Energi dan Transformasi Ekonomi Sumatera Selatan, Hutan Kita Institute (HaKI) mendorong transisi energi yang tidak meninggalkan masyarakat, termasuk warga sekitar tambang, serta kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Pendekatan ini menempatkan energi bersih sebagai bagian dari perubahan ekonomi yang lebih adil. Di Tanjung Beringin, HaKI tengah menjajaki pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung pengembangan kopi dan wisata di kaki Bukit Besak.

Baca Juga:Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Field Organizer HaKI, Menik Setyowati, mengatakan kebutuhan energi akan meningkat seiring berkembangnya kedua sektor tersebut. “Kopi membutuhkan proses pengolahan. Wisata membutuhkan fasilitas. Keduanya membutuhkan energi tambahan,” ujarnya.

Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan tersebut sekaligus membuka peluang bagi energi terbarukan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa.

Di tengah lanskap Merapi yang terus berubah, pilihan energi bersih menjadi bagian dari upaya menjawab bagaimana ekonomi desa dapat berkembang tanpa kehilangan ruang hidup yang menjadi fondasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini