- Lingkar Hijau menyampaikan empat tuntutan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru terkait perlindungan kesehatan warga akibat kabut asap karhutla.
- Organisasi tersebut meminta penetapan status darurat kesehatan, pembangunan posko darurat, dan penyediaan rumah aman di kampung terdampak.
- Masyarakat juga mendesak pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker standar, serta kebijakan meliburkan sekolah saat ISPU melewati ambang batas.
SuaraSumsel.id - Kabut asap yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sumatera Selatan memunculkan harapan baru dari masyarakat kepada pemerintah. Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya berakhir, sebuah seruan terbuka kepada Gubernur Sumsel Herman Deru ramai disuarakan.
Seruan tersebut disampaikan melalui unggahan Lingkar Hijau yang memuat empat tuntutan utama terkait perlindungan kesehatan masyarakat di tengah dampak kabut asap.
Pesannya tegas: penanganan karhutla tidak hanya berbicara tentang memadamkan api dan mengejar titik panas, tetapi juga memastikan warga yang terpapar asap mendapatkan perlindungan.
1. Tetapkan Status Darurat Kesehatan
Harapan pertama yang disuarakan adalah agar pemerintah segera mempertimbangkan penetapan status darurat kesehatan apabila kondisi kualitas udara dan dampak kabut asap telah mengancam masyarakat.
Baca Juga:Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
Lingkar Hijau menilai persoalan asap harus dilihat sebagai persoalan kesehatan publik, terutama ketika masyarakat berpotensi terus terpapar polusi udara dalam aktivitas sehari-hari.
2. Bangun Posko Darurat dan Safe House
Tuntutan berikutnya adalah penyediaan posko darurat dan safe house atau rumah aman dari asap di kampung-kampung yang terdampak.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan asap, terutama ketika kualitas udara memburuk.
3. Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga
Lingkar Hijau juga mendorong pemerintah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga di wilayah terdampak.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat diharapkan memperoleh akses masker berstandar untuk menghadapi paparan partikel halus, termasuk PM2.5, serta layanan pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
Baca Juga:Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
4. Liburkan Sekolah saat ISPU Melebihi Ambang Batas
Harapan keempat adalah adanya kebijakan yang lebih cepat dan jelas terhadap aktivitas pendidikan ketika kualitas udara memburuk.
Lingkar Hijau mendorong sekolah diliburkan apabila Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah melewati ambang batas yang dinilai membahayakan kesehatan.
Surat Terbuka di Tengah Karhutla yang Belum Usai
Empat poin tersebut dapat dibaca sebagai sebuah harapan publik kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Gubernur Herman Deru, agar penanganan karhutla tidak berhenti pada upaya pemadaman.
Sebab, ketika api masih muncul dan kabut asap berpotensi menyelimuti ruang hidup masyarakat, persoalannya tidak lagi semata tentang berapa titik api yang berhasil dipadamkan.
Pertanyaan berikutnya adalah: sejauh mana warga yang sudah menghirup dampak asap mendapatkan perlindungan?