- Lingkar Hijau menyampaikan empat tuntutan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru terkait perlindungan kesehatan warga akibat kabut asap karhutla.
- Organisasi tersebut meminta penetapan status darurat kesehatan, pembangunan posko darurat, dan penyediaan rumah aman di kampung terdampak.
- Masyarakat juga mendesak pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker standar, serta kebijakan meliburkan sekolah saat ISPU melewati ambang batas.
Sebelumnya, Herman Deru juga telah menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan karena persoalan kesehatan masyarakat, bukan sekadar karena isu kebakaran sedang menjadi perhatian.
“Kita memadamkan karhutla bukan karena viral, karena kebutuhan kesehatan. ISPU yang tinggi, yang melampaui batas, dapat membuat ISPA,” ujar Herman Deru saat meninjau titik karhutla di kawasan Tol Palembang–Indralaya.
Pernyataan itu kini menemukan relevansinya dengan harapan yang disuarakan Lingkar Hijau.
Jika pemadaman merupakan upaya menghentikan sumber masalah, maka perlindungan kesehatan menjadi pekerjaan berikutnya yang tak kalah penting: bagaimana memastikan masyarakat tetap aman ketika asap sudah lebih dahulu terhirup?
Baca Juga:Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
Di tengah karhutla yang belum sepenuhnya usai, empat tuntutan tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak hanya menunggu api padam.
Mereka juga menunggu kepastian bahwa kesehatan warga menjadi bagian utama dalam strategi menghadapi karhutla di Sumatera Selatan.