- Gubernur Sumsel dan PT Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Palembang-Betung difungsionalkan pada Desember 2026.
- Progres pembangunan tiga seksi tol sepanjang 69,8 kilometer tersebut saat ini sudah melampaui 90 persen.
- Tol baru ini diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan dan memperlancar distribusi logistik di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Kabar yang sudah lama ditunggu masyarakat Sumatera Selatan akhirnya mulai menemukan titik terang. Jalan Tol Palembang-Betung ditargetkan dapat difungsionalkan pada momen Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Jika target tersebut tercapai, masyarakat akan memiliki jalur alternatif baru yang diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus mengurangi kepadatan di jalur lintas yang selama ini menjadi penghubung utama Palembang dan wilayah utara Sumatera. Ruas ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan Palembang dengan Betung dan menjadi salah satu proyek strategis nasional.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel siap membantu percepatan pembangunan, termasuk menyelesaikan berbagai kendala yang masih terjadi di lapangan, mulai dari persoalan di tingkat desa hingga kabupaten.
"Kalau ada hambatan di kabupaten maupun desa, kita komunikasikan. Bila perlu, kita ketemu kepala desa, kita temui semua agar ada akselerasi," ujar Herman Deru saat menerima jajaran PT Hutama Karya di Griya Agung.
Baca Juga:Tak Sekadar Modal, OJK dan Pemprov Sumsel Siapkan Jalan 100.000 Sultan Muda Tembus Pasar
Direktur Operasional PT Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis ruas Tol Palembang-Betung dapat difungsionalkan pada Desember 2026.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan paparan yang disampaikan, progres pembangunan pada tiga seksi utama sudah melampaui 90 persen. Seksi 1 telah mencapai 93,74 persen, Seksi 2 sebesar 96,70 persen, dan Seksi 3 mencapai 94,55 persen.
Tol Palembang-Betung memiliki panjang 69,8 kilometer dengan desain kecepatan hingga 100 kilometer per jam. Ruas tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti simpang susun, jembatan, underpass, overpass, hingga dua rest area.
Keberadaan jalan tol ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera Selatan. Selama ini, perjalanan menuju Betung kerap diwarnai kepadatan kendaraan, terutama saat musim libur panjang.
Tak hanya itu, proyek ini juga menjadi bagian dari rencana besar pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan Lampung, Palembang, hingga Jambi. Setelah ruas Palembang-Betung selesai, pembangunan akan dilanjutkan menuju Bayung Lencir dan Jambi.
Baca Juga:Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
Herman Deru berharap percepatan pembangunan dapat terus dilakukan sehingga konektivitas antardaerah di Sumatera Selatan semakin kuat.
Jika seluruh jaringan tol rampung sesuai target, Sumatera Selatan berpeluang menjadi salah satu provinsi dengan jaringan jalan tol terpanjang di Pulau Sumatra. Dampaknya bukan hanya pada perjalanan yang lebih cepat, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi, distribusi barang, dan investasi di berbagai daerah.