- Pegawai program Makan Bergizi Gratis bernama Rifqi Rahmadani dibegal tiga orang di Jembatan Musi VI Palembang pada Selasa dini hari.
- Korban ditabrak dari belakang, diancam menggunakan pisau, dan sepeda motor miliknya dibawa kabur oleh para pelaku.
- Akibat insiden tersebut, korban mengalami patah tulang bahu, luka-luka, dan kasusnya telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang.
SuaraSumsel.id - Rifqi Rahmadani (24) seharusnya tiba di tempat kerja pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Pemuda asal Palembang itu sedang mengendarai sepeda motor menuju dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tempatnya bekerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun perjalanan menuju tempat kerja berakhir dengan perawatan di rumah sakit. Sekitar pukul 03.50 WIB, saat melintas di atas Jembatan Musi VI, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Rifqi diduga dibuntuti tiga orang menggunakan sepeda motor.
Salah seorang yang diduga pelaku kemudian menabrak sepeda motor Rifqi dari belakang hingga korban terjatuh. Dalam kondisi terjatuh, Rifqi disebut mendapat ancaman menggunakan pisau.
Motor Honda Beat miliknya kemudian dibawa kabur. Akibat kejadian tersebut, Rifqi mengalami patah tulang bahu kanan serta luka lecet pada lutut dan kaki kanan. Ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bari Palembang.
Baca Juga:Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan
Rekan kerja korban, Yusriani (45), mengatakan laporan dibuat ke Polrestabes Palembang pada Selasa pagi karena korban masih menjalani perawatan.
“Subuh kejadiannya, Pak. Makanya langsung saya laporkan ke sini karena korbannya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujar Yusriani.
Berangkat kerja saat kota masih gelap
Yang membuat kasus ini menarik bukan hanya kendaraan yang dirampas. Rifqi berada di jalan pada waktu sebagian besar warga Palembang masih beristirahat.
Ia sedang menjalankan rutinitas pekerjaannya di SPPG yang membutuhkan aktivitas sejak dini hari untuk menyiapkan kebutuhan layanan makan bergizi. Namun dalam perjalanan menuju tempat kerja, ia justru menjadi korban dugaan pencurian dengan kekerasan.
Baca Juga:Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?
Menurut keterangan rekan kerja korban, tiga orang diduga mengejar Rifqi. Setelah sepeda motornya ditabrak hingga terjatuh, para pelaku kemudian mengancamnya dengan pisau dan membawa kabur sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2021 bernomor polisi BG-5572-ADR.
Kerugian kendaraan tersebut diperkirakan mencapai Rp22 juta. Laporan kasus tersebut telah diterima Polrestabes Palembang.
Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang Ipda Andi Ardiyansyah membenarkan adanya laporan dugaan pencurian dengan kekerasan terhadap Rifqi. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan terkait peristiwa tersebut.
Kasus selanjutnya ditangani Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum untuk mengidentifikasi dan memburu tiga orang yang diduga terlibat. Hingga laporan tersebut diterbitkan, para pelaku masih dalam penyelidikan.