- BMKG Sumsel memprakirakan permukaan air Muara Musi di Palembang naik hingga 3,7 meter pada Senin sore.
- Kenaikan air disebabkan oleh fenomena pasang surut akibat gravitasi Bulan dan Matahari, bukan karena curah hujan.
- Pasang tinggi berpotensi memicu banjir rob di wilayah rendah dan perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar perairan.
Di wilayah perairan yang terhubung dengan laut seperti Muara Musi, perubahan pasang tersebut dapat memengaruhi tinggi muka air sungai. Kenaikan muka air saat pasang tidak otomatis berarti Palembang akan mengalami banjir.
Namun, pasang tinggi dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan terutama di kawasan rendah dan wilayah yang berdekatan dengan sungai atau perairan. Dalam kondisi tertentu, pasang yang tinggi dapat berkontribusi terhadap genangan apabila bersamaan dengan faktor lain, seperti hujan lebat, drainase yang tidak optimal, atau kondisi muka air yang sudah tinggi.
BMKG menjelaskan bahwa pasang yang melebihi ketinggian permukaan daratan di sekitarnya dapat memicu banjir rob atau banjir pesisir.
Karena itu, angka 3,7 meter dalam prakiraan BMKG sebaiknya dipahami sebagai ketinggian pasang yang diprakirakan, bukan berarti seluruh wilayah Palembang akan terendam setinggi 3,7 meter.
Baca Juga:Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi
Aktivitas masyarakat di sekitar perairan juga perlu menyesuaikan kondisi pasang, terutama pada periode ketika air diprakirakan mencapai titik tertinggi.