- Nilai transaksi QRIS di Sumatera Selatan mencapai Rp2,97 triliun dengan 29,53 juta volume transaksi hingga Maret 2026.
- Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang menggelar acara GPR x DKG 7th pada 25–28 Juni 2026 mendatang.
- Kegiatan ini bertujuan memperluas penggunaan transaksi digital serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan pariwisata di Palembang.
SuaraSumsel.id - Penggunaan transaksi digital di Sumatera Selatan terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Maret 2026, nilai transaksi QRIS di Sumsel mencapai Rp2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan volume transaksi mencapai 29,53 juta transaksi atau meningkat 59,63 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Seiring meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang kembali menghadirkan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 yang akan digelar pada 25–28 Juni 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan pertumbuhan transaksi QRIS di Sumsel menunjukkan digitalisasi ekonomi semakin diterima masyarakat. Saat ini jumlah merchant QRIS di Sumsel telah mencapai 1,15 juta merchant, sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 1,54 juta orang.
“Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital. Namun demikian, masih terdapat ruang yang besar untuk memperluas penggunaan QRIS dan meningkatkan literasi pembayaran digital,” ujar Bambang dalam kegiatan Bincang Bersama Media (BESAMO) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga:Festival Kuliner hingga Digital Expo Siap Ramaikan BKB, LRT Palembang Cuma Rp43
Menurut Bambang, penyelenggaraan Digital Kito Galo secara konsisten dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan. Tahun ini, DKG disinergikan dengan Gemilang Palembang Raya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343.
Mengusung tema “Transaksi Digital Inklusif, Wujudkan Ekonomi Sumsel yang Produktif”, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, kuliner, dan pelayanan publik.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Mardani, menilai sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang menjadi momentum penting untuk mempercepat digitalisasi pembayaran di berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, mengatakan penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya, Pesona UMKM, dan Festival Kuliner Nusantara yang dipadukan dengan DKG 7th diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Kota Palembang sekaligus memperluas promosi produk unggulan daerah melalui transaksi digital.
Selama empat hari penyelenggaraan, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan mulai dari Digital Expo, Festival Kuliner dan UMKM, aktivasi QRIS, kompetisi kreatif, edukasi transaksi non-tunai, talkshow interaktif, showcase inovasi digital, hingga hiburan rakyat.
Baca Juga:Kredit Perbankan Sumsel Melonjak 10,54 Persen, Dunia Usaha Masih Percaya Diri
Untuk mendukung akses masyarakat menuju lokasi kegiatan, penyelenggara juga menghadirkan promo tarif LRT Sumsel hanya Rp43 pada 25–28 Juni 2026. Promo berlaku untuk perjalanan menuju sejumlah stasiun strategis, termasuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Ampera, DJKA, Bumi Sriwijaya, dan Asrama Haji.
Melalui kolaborasi ini, Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang berharap digitalisasi pembayaran semakin meluas, literasi keuangan digital meningkat, serta sektor pariwisata dan UMKM Sumatera Selatan semakin berkembang sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.