- Pratu Ferischal, seorang anggota TNI, tewas akibat insiden penembakan di THM Panhead, Palembang, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
- Denpom 2/IV Palembang sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan pelaku yang diduga melibatkan sesama anggota TNI.
- Pangdam II/Sriwijaya memerintahkan penutupan lokasi kejadian serta instruksi peningkatan pengawasan ketat terhadap seluruh personel di jajaran satuan.
SuaraSumsel.id - Suasana hiburan malam di Kota Palembang mendadak berubah mencekam saat dentuman senjata memecah kerasnya musik di THM Panhead Palembang. Insiden berdarah yang terjadi Sabtu (16/5/2026) malam itu kini masih menjadi sorotan publik setelah seorang prajurit TNI, Pratu Ferischal, tewas akibat penembakan yang diduga melibatkan sesama anggota TNI.
Peristiwa tersebut langsung memicu kepanikan pengunjung. Sejumlah saksi menyebut suasana di dalam tempat hiburan malam sempat kacau usai suara letusan terdengar di tengah ramainya aktivitas pengunjung.
Kasus penembakan ini tak hanya menggegerkan warga Palembang, tetapi juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana senjata api bisa berada di lokasi hiburan malam hingga menyebabkan korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat suasana THM Panhead masih dipenuhi pengunjung. Musik yang sebelumnya terdengar keras mendadak terhenti setelah suara tembakan memecah ruangan.
Baca Juga:Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
Beberapa pengunjung disebut langsung berhamburan keluar lokasi karena panik. Korban, Pratu Ferischal, diketahui mengalami luka tembak dan sempat dievakuasi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Hingga kini, aparat militer masih mendalami kronologi lengkap penembakan tersebut, termasuk motif dan pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan peristiwa penembakan tersebut menjadi perhatian serius Pangdam II/Sriwijaya.
“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” ujar Letkol Inf Yordania saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, saat ini Denpom 2/IV Palembang masih melakukan serangkaian penyelidikan intensif guna mengungkap fakta di balik insiden berdarah tersebut.
Baca Juga:Promo QRIS Bank Sumsel Babel Mei 2026, 7 Merchant Kuliner di Palembang Ini Kasih Diskon Makan
Proses penyelidikan meliputi pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti, hingga pemeriksaan perangkat komunikasi milik saksi.
Selain itu, Denpom juga disebut berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk mempercepat proses pengungkapan kasus.
“Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan kembali,” katanya.
Menyusul kejadian tersebut, Pangdam II/Sriwijaya juga menginstruksikan seluruh komandan satuan di jajaran Kodam II/Sriwijaya agar memperketat pengawasan terhadap personel masing-masing.
“Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pangdam telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Swj melaksanakan pengawasan dan pengendalian di satuannya secara optimal,” tutup Letkol Inf Yordania.
THM Panhead Ditutup dan Jadi Sorotan
Pasca-insiden penembakan yang menewaskan prajurit TNI tersebut, THM Panhead Palembang dikabarkan ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan.