Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?

Pergantian Kadishub Palembang usai polemik razia ilegal memicu pertanyaan publik. Jika soal razia bisa berujung evaluasi pejabat, bagaimana dengan banjir yang terus berulang?

Tasmalinda
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:52 WIB
Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?
wali kota Palembang, Ratu Dewa.
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Palembang mengganti Kepala Dinas Perhubungan setelah muncul polemik terkait razia ilegal yang menjadi sorotan publik.
  • Warga mempertanyakan efektivitas penanganan banjir tahunan di berbagai titik wilayah yang dinilai lebih mendesak untuk segera diselesaikan.
  • Wali Kota Ratu Dewa menyatakan penanganan banjir memerlukan desain besar jangka panjang karena masalah drainase sudah berlangsung lama.

SuaraSumsel.id - Polemik razia ilegal yang sempat menghebohkan warga akhirnya berbuntut panjang. Di tengah sorotan publik, posisi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Palembang berganti.

Pergantian itu langsung memantik perbincangan baru di tengah masyarakat Kota Palembang.

Jika polemik razia ilegal bisa berujung evaluasi pejabat, lalu bagaimana dengan persoalan banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur kota?

Pertanyaan itu ramai bermunculan di media sosial hingga grup percakapan warga. Banyak yang menilai banjir sudah menjadi masalah tahunan yang dampaknya jauh lebih dirasakan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga:Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran

Mulai dari kendaraan mogok, rumah terendam, aktivitas warga lumpuh, hingga kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah titik.

Beberapa kawasan seperti Jakabaring, Seberang Ulu, hingga sejumlah ruas protokol di pusat kota kerap berubah menjadi “langganan genangan” saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Tak sedikit warga yang mempertanyakan sejauh mana evaluasi terhadap penanganan banjir dilakukan Pemerintah Kota Palembang.

“Kalau soal razia bisa cepat jadi perhatian, banjir yang tiap tahun begini bagaimana?” tulis salah satu komentar warga yang ramai dibagikan ulang di media sosial.

Isu ini makin menarik perhatian setelah Wali Kota Ratu Dewa sendiri mengakui banjir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Kota Palembang.

Baca Juga:Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol

Dalam podcast “Derap Langkah Kota Wong Kito”, Ratu Dewa menyebut persoalan banjir, khususnya di wilayah Seberang Ulu dan Jakabaring, tidak bisa diselesaikan secara instan.

Menurutnya, diperlukan grand design atau desain besar yang berkelanjutan karena persoalan drainase dan tata kota sudah berlangsung lama.

“Ini bukan kerja satu tahun, tapi butuh konsistensi jangka panjang,” ujar Ratu Dewa.

Pernyataan itu memunculkan dua reaksi berbeda di masyarakat.

Sebagian memahami bahwa banjir memang persoalan kompleks yang membutuhkan waktu dan anggaran besar. Namun sebagian lain menilai warga membutuhkan langkah cepat yang benar-benar terasa, bukan sekadar wacana jangka panjang.

Apalagi, setiap musim hujan tiba, video banjir di Palembang hampir selalu viral di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak