- Putri Tiarasari, seorang dokter di Palembang, menjadi korban penipuan identitas oleh suaminya yang berinisial AH setelah empat tahun menikah.
- Terlapor diketahui memiliki keluarga lain dan memalsukan identitas diri sebagai pria lajang untuk memanipulasi korban dalam pernikahan tersebut.
- AH diduga menggelapkan aset milik korban berupa rumah, mobil, dan ruko dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Bahkan, jumlah anak dari pernikahan sebelumnya disebut bertambah tanpa sepengetahuan korban.
“Dia tidak jujur sejak awal. Saya baru tahu ternyata dia sudah punya keluarga lain. Saya merasa ditipu lahir dan batin selama empat tahun ini,” ungkapnya.
Empat tahun kebersamaan berubah menjadi rangkaian kebohongan yang tersusun rapi.
Kuasa hukum korban, Suwito Winoto, mengungkapkan bahwa kliennya juga mengalami kerugian finansial yang tidak kecil.
Baca Juga:Jam Terbaik Belanja di Pasar Cinde: Cara Dapat Barang Antik Murah yang Jarang Diketahui
Sejumlah aset milik korban diduga telah digadaikan tanpa izin. Aset tersebut meliputi rumah, mobil, hingga ruko.
“Kerugian ditaksir lebih dari Rp1 miliar. Aset-aset tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi terlapor, termasuk untuk keluarga pertamanya, tanpa sepengetahuan klien kami,” jelasnya.
Dugaan ini memperkuat indikasi bahwa kasus ini tidak sekadar persoalan rumah tangga, tetapi juga mengarah pada tindak pidana serius.
Kasus ini kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan tengah dalam proses penanganan. Pihak Polrestabes Palembang membenarkan telah menerima laporan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan akan diproses lebih lanjut,” ujar perwakilan kepolisian.
Dugaan tindak pidana yang mengemuka tidak hanya soal penipuan, tetapi juga pemalsuan identitas dan kemungkinan penggelapan aset.
Baca Juga:CFD Palembang Tahap II Lebih Tertib, Tapi Warga Mengeluh: Ojol Susah Cari Uang
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan dalam hubungan personal pun bisa dimanfaatkan untuk menjalankan kejahatan yang terencana.
Relasi yang seharusnya dilandasi kejujuran justru berubah menjadi celah bagi praktik manipulasi.
Apa yang dialami Putri bukan hanya tentang kehilangan materi. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang kepercayaan yang runtuh—diam-diam, selama bertahun-tahun.