- Tiga truk terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Sriwijaya Raya, Kertapati, pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
- Insiden terjadi akibat pengereman mendadak saat petugas Dinas Perhubungan menghentikan kendaraan di jalur menuju Terminal Karya Jaya.
- Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan kendaraan dengan total kerugian materiil mencapai Rp40 juta.
SuaraSumsel.id - Arus lalu lintas di Jalan Sriwijaya Raya, Kecamatan Kertapati, Palembang mendadak berubah kacau dalam hitungan detik. Tiga truk yang melaju beriringan tak sempat menghindar, hingga akhirnya terlibat kecelakaan beruntun pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi tepat di depan kawasan Baraka, saat kendaraan dari arah pintu Tol Keramasan menuju Terminal Karya Jaya tengah melintas normal. Namun situasi berubah drastis ketika sebuah kendaraan di depan tiba-tiba dihentikan oleh petugas Dinas Perhubungan.
Efeknya langsung terasa di belakang.
Kendaraan yang melaju berdekatan tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi. Dalam sekejap, sebuah dump truck Nissan bernomor polisi BG-8032-LQ yang dikemudikan Samsul Bahri (50) menghantam truk Hino di depannya yang dikemudikan Riki Nopriansyah (42).
Baca Juga:Harga Properti Palembang Diprediksi Naik di 2026, Beli Sekarang atau Tunggu 2027?
Benturan keras itu tak berhenti di situ. Truk Hino yang terdorong kemudian kembali menabrak kendaraan lain di depannya, memicu rangkaian kecelakaan beruntun yang tak terhindarkan.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari penghentian kendaraan secara mendadak di jalur lalu lintas.
“Sesampainya di lokasi, ada kendaraan di depan yang diberhentikan oleh petugas Dishub. Kendaraan di belakang tidak sempat mengantisipasi,” ujarnya.
Selain dua truk yang telah teridentifikasi, satu unit truk Hino lainnya juga terlibat dalam insiden tersebut. Namun hingga kini, identitas sopirnya belum diketahui karena diduga melarikan diri usai kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerusakan kendaraan cukup signifikan dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp40 juta. “Ini kecelakaan beruntun. Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan kendaraan,” tambah Hermanto.
Baca Juga:10 Jam Menari di Tepian Musi, Ribuan Penari Satapa Satukan Tradisi dan Zaman
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga jarak aman, terutama di jalur padat yang dilalui kendaraan berat. Di ruas seperti Jalan Sriwijaya Raya, satu keputusan mendadak di depan bisa memicu dampak berantai yang sulit dikendalikan.
Kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri sopir truk yang meninggalkan lokasi kejadian.