- Seorang anak berinisial AF di Kabupaten Lahat membunuh dan memutilasi ibu kandungnya sendiri setelah permintaan uang ditolak.
- Pelaku nekat melakukan tindakan keji tersebut karena dorongan emosi akibat kecanduan bermain judi online yang sulit dikendalikan.
- Polisi berhasil menangkap pelaku kurang dari 24 jam setelah warga menemukan gundukan tanah mencurigakan di area kebun.
SuaraSumsel.id - Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Seorang ibu lanjut usia tewas secara tragis, diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri.
Peristiwa ini bermula dari persoalan yang tampak sepele, yakni permintaan uang. Pelaku, AF (23), disebut meminta uang kepada korban. Namun permintaan tersebut ditolak, yang kemudian memicu emosi hingga berujung pada tindakan kekerasan.
Kasus ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menyoroti dampak serius dari konflik keluarga yang dipicu tekanan ekonomi dan kebiasaan destruktif seperti judi online.
Tak ada yang tahu pasti bagaimana percakapan itu berlangsung. Namun yang jelas, emosi pelaku memuncak. Dalam kondisi yang tak lagi terkendali, ia melakukan tindakan yang tak hanya melanggar hukum, tetapi juga merobek nilai kemanusiaan paling mendasar—menghilangkan nyawa ibu yang telah melahirkannya.
Baca Juga:Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya
Namun tragedi ini tidak berhenti pada pembunuhan.
Seolah ingin menghapus jejak, pelaku melanjutkan aksinya dengan cara yang jauh lebih mengerikan. Tubuh korban dibakar. Setelah itu, jasadnya dimutilasi. Potongan tubuh dimasukkan ke dalam karung, lalu dibawa ke kebun untuk dikuburkan.
Di tengah semua itu, pelaku bahkan sempat berusaha terlihat biasa. Ia meminta bantuan untuk menggali tanah, dengan alasan yang terdengar sepele: keperluan kebun. Tak ada yang menyangka bahwa tanah yang digali itu akan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi ibunya sendiri.
Namun, kejahatan serapi apa pun, selalu menyisakan celah.
Kecurigaan mulai muncul ketika korban tak kunjung terlihat. Keluarga dan warga mulai bertanya-tanya. Hingga akhirnya, sebuah gundukan tanah mencurigakan di area kebun menjadi titik terang. Dari situlah semuanya terungkap.
Baca Juga:Mengapa 15 Warga Sumsel Bisa Lolos ke Kamboja Tanpa Prosedur Resmi?
Polisi bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diamankan. Fakta demi fakta pun mulai tersusun, menghadirkan gambaran utuh tentang tragedi yang sulit diterima akal sehat ini.
Motif di balik semua itu kemudian terungkap, sesuatu yang kini semakin akrab di tengah masyarakat: judi online.
Permintaan uang yang ditolak ternyata berkaitan dengan keinginan pelaku untuk bermain judi online. Dari sinilah, kasus ini tidak hanya menjadi cerita kriminal, tetapi juga potret nyata dampak destruktif kecanduan yang perlahan merusak dari dalam.
Judi online, bagi sebagian orang, mungkin hanya dianggap hiburan. Namun bagi yang terjerat, ia bisa berubah menjadi tekanan yang tak terlihat. Ketika kebutuhan untuk bermain tak terpenuhi, emosi bisa meledak, logika menjadi tumpul, dan hubungan keluarga menjadi korban.
Apa yang terjadi di Lahat adalah bentuk paling ekstrem dari rangkaian itu.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi ruang terakhir bagi seorang ibu. Anak yang seharusnya menjaga, justru menjadi ancaman paling nyata.