- Sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H adalah waktu utama mencari Lailatul Qadar, malam mulia nilainya melebihi seribu bulan.
- Nabi Muhammad SAW menyarankan umat mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan.
- Waktu Lailatul Qadar sengaja dirahasiakan agar Muslim bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam tersebut.
Ini menjadi kesempatan terakhir bagi umat Islam untuk berburu malam penuh kemuliaan tersebut.
Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?
Dalam banyak penjelasan ulama, waktu Lailatul Qadar sengaja tidak ditentukan secara pasti agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang 10 malam terakhir, bukan hanya pada satu malam saja.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Baca Juga:Kolaborasi Bank Sumsel Babel dan Kementerian Perumahan Dorong Rumah Layak Huni bagi Warga Sumsel
"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan."
(HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, banyak umat Islam memilih melakukan i'tikaf di masjid, memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur'an, dan berdoa.
Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar
Beberapa amalan yang dianjurkan pada malam yang penuh kemuliaan ini antara lain:
- Salat malam atau qiyamul lail
- Membaca Al-Qur'an
- Memperbanyak doa dan istighfar
- Bersedekah
- Melakukan i'tikaf di masjid
Salah satu doa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk dibaca saat Lailatul Qadar adalah:
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.
Baca Juga:Janggal? Meja Biliar Wakil Pimpinan DPRD Sumsel Rp335 Juta, Ketua Hanya Rp151 Juta
Dengan keutamaan yang luar biasa—lebih baik dari ibadah seribu bulan atau sekitar 83 tahun—tak heran jika banyak umat Islam berusaha tidak melewatkan kesempatan emas ini.
Karena itu, ketika 10 malam terakhir Ramadan tiba, satu pesan sederhana sering diingatkan para ulama: jangan sampai terlewat satu malam pun.