- Rektor Unsri dan Direktur Utama Bank Sumsel Babel bertemu untuk memperkuat sinergi pendidikan bagi putra-putri daerah Sumatera Selatan.
- Bank Sumsel Babel berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan bagi generasi muda.
- Kolaborasi strategis kedua institusi ini bertujuan mencetak lulusan kompeten yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah jangka panjang.
SuaraSumsel.id - Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu membawa kemajuan bagi daerah. Semangat inilah yang menjadi benang merah pertemuan Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Taufiq Marwa, dengan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhamad Suryadi.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antara dua institusi strategis di Sumatera Selatan, tetapi juga membuka ruang untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, khususnya dalam memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengembangkan potensi mereka.
Salah satu fokus pembahasan adalah komitmen Bank Sumsel Babel untuk terus memberikan dukungan pendidikan bagi generasi muda di daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa menyambut baik komitmen tersebut. Kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan perbankan daerah memiliki posisi strategis dalam membuka kesempatan bagi generasi muda sekaligus mendukung pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel dan OJK Sumsel Luncurkan Kredit Sultan Muda 2026, Perluas Akses Pembiayaan
Bagi Bank Sumsel Babel, dukungan terhadap pendidikan juga sejalan dengan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi turut mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pertemuan ini terasa semakin bermakna karena Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhamad Suryadi, merupakan alumnus Universitas Sriwijaya. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi Manajemen di Unsri sebelum melanjutkan studi Master of Business Administration di Universitas Gadjah Mada.
Dari Alumni Unsri, Kini Memimpin Bank Sumsel Babel
Perjalanan Muhamad Suryadi menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk pemimpin daerah.
Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhamad Suryadi memiliki perjalanan panjang di industri perbankan. Karier profesionalnya dimulai di Bank Dagang Negara pada 1997, sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada 1999.
Baca Juga:Viral Mahasiswa Unsri Ngaku Ditodong Pistol usai Cekcok di Jalan Soekarno-Hatta Palembang
Selama berkarier, ia menempati sejumlah posisi strategis di berbagai bidang, mulai dari corporate banking, corporate risk, hingga credit operations. Jabatan terakhirnya sebelum memimpin Bank Sumsel Babel adalah Group Head/Senior Vice President Government & Institutional 1 sejak Mei 2025.
Kini, sebagai alumnus yang kembali bertemu dengan almamaternya dalam kapasitas sebagai Direktur Utama Bank Sumsel Babel, sinergi yang dibangun membawa makna lebih dari sekadar hubungan kelembagaan.
Ada semangat untuk membuka kesempatan agar semakin banyak putra-putri daerah mendapatkan akses pendidikan dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi kembali bagi daerah asal mereka.
Bank Sumsel Babel dan Universitas Sriwijaya sendiri memiliki sejarah kerja sama yang telah berlangsung cukup lama. Sebelumnya, kolaborasi kedua institusi juga mencakup pengembangan layanan bagi mahasiswa, termasuk program smart card yang berfungsi sebagai kartu identitas mahasiswa, kartu ATM, sarana absensi, hingga pembayaran uang kuliah.
Pertemuan antara Rektor Unsri dan Direktur Utama baru Bank Sumsel Babel tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan sekaligus memperkuat hubungan yang telah terbangun.
Lebih dari sekadar seremoni, sinergi antara perguruan tinggi dan bank pembangunan daerah diharapkan mampu melahirkan manfaat yang konkret bagi pendidikan, membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kelak ikut menentukan masa depan Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.