- Sumsel United mengalahkan Sriwijaya FC 0-5 di Stadion Gelora Jakabaring pada Sabtu malam.
- Kekalahan telak ini menegaskan kontras performa antara dua klub asal Sumatera Selatan dalam Championship.
- Sriwijaya FC menghadapi kesulitan koordinasi dan serangan, sementara Sumsel United bermain disiplin serta efektif.
SuaraSumsel.id - Stadion Gelora Jakabaring yang biasanya menjadi benteng kebanggaan, Sabtu malam, justru berubah menjadi panggung keperkasaan Sumsel United. Di hadapan publik sendiri, Sriwijaya FC harus menelan kekalahan telak 0–5, sebuah hasil yang mengguncang emosi pendukung dan menegaskan kontras performa dua klub asal Sumatera Selatan di Championship musim ini.
Sejak menit awal, arah pertandingan terasa tak berpihak pada tuan rumah. Sumsel United tampil percaya diri, rapi dalam bertahan, dan tajam saat menyerang—sementara Sriwijaya FC terlihat kesulitan menemukan ritme permainan.
Alih-alih menekan, Sriwijaya FC justru kerap kehilangan bola di area berbahaya. Sumsel United memanfaatkan situasi itu dengan serangan cepat yang memaksa lini belakang tuan rumah bekerja ekstra.
Gol pembuka tim tamu menjadi titik balik. Tekanan psikologis langsung terasa, dan koordinasi pertahanan Sriwijaya FC mulai goyah. Hingga turun minum, Sumsel United sudah unggul nyaman, membuat Jakabaring perlahan kehilangan gaungnya.
Baca Juga:Saatnya Berkarya 2026! Bank Sumsel Babel Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik untuk Insan Media
Harapan kebangkitan di babak kedua tak pernah benar-benar terwujud. Sumsel United tetap bermain disiplin, tidak menurunkan intensitas, dan terus mengeksploitasi celah di lini belakang Sriwijaya FC.
Gol demi gol tercipta hingga papan skor menunjukkan angka mencolok: 0–5.
Sebuah skor yang menjadi simbol dominasi Sumsel United sekaligus malam kelam bagi Laskar Wong Kito di kandang sendiri.
Kekalahan telak ini semakin mempertegas situasi sulit yang tengah dihadapi Sriwijaya FC. Nama besar dan sejarah panjang tak cukup menahan derasnya tekanan Championship musim ini.
Permainan yang belum stabil, kepercayaan diri yang mudah runtuh, serta minimnya efektivitas serangan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi jika ingin keluar dari tren negatif.
Di sisi lain, Sumsel United tampil sebagai tim yang matang secara mental. Tanpa beban sejarah, mereka bermain lugas dan efektif, menunjukkan bahwa mereka datang bukan sekadar untuk bersaing, tetapi untuk diperhitungkan.
Baca Juga:5 Fakta Jejak Haji Halim di Sumsel, Tokoh Lokal yang Sering Didatangi Capres
Kemenangan besar di Jakabaring menjadi pesan tegas bagi para pesaing bahwa Sumsel United kini layak disebut sebagai kekuatan baru dari Sumatera Selatan.
Laga ini bukan hanya soal tiga poin. Ia adalah gambaran jelas tentang dua klub satu daerah yang sedang melaju di jalur berbeda.
Sumsel United sedang menikmati momentum dan kepercayaan diri.
Championship musim ini pun menghadirkan realitas baru: siapa yang paling siap hari ini, dialah yang memimpin cerita.