- Pemilihan ponsel di tahun 2026 mempertimbangkan antara merek terkenal yang menjamin pembaruan perangkat lunak dan merek baru menawarkan spesifikasi sangat tinggi.
- Merek besar unggul pada konsistensi kamera, layanan purna jual, serta nilai jual kembali yang lebih baik daripada merek pendatang baru.
- Keputusan pembelian sangat bergantung pada profil pengguna, yaitu prioritas stabilitas jangka panjang atau performa maksimal saat ini.
- Service center masih terbatas
- Kadang harus kirim antar kota
- Risiko jika brand berhenti model tertentu
Kalau HP rusak, kamu siap ribet atau ingin aman?
4. Nilai Jual Kembali (Resale Value)
Di 2026, resale masih penting.
- HP merek terkenal cenderung lebih mahal saat dijual kembali
- HP merek baru sering jatuh harganya lebih cepat
Cocok untuk:
Baca Juga:Kredit UMKM Sumsel Capai Rp41,3 Triliun, OJK Ungkap 7 Indikator Penguatan Ekonomi Daerah
- Tukar tambah
- Ganti HP tiap 1–2 tahun
5. Profil Pengguna: Ini yang Paling Menentukan
Tidak ada jawaban mutlak. Semua kembali ke kebutuhan pengguna.
Pilih merek terkenal spek cukup jika:
- HP dipakai untuk kerja & komunikasi
- Tidak ingin ribet soal servis
- Prioritas stabil & aman
Pilih merek baru spek gahar jika:
- Fokus gaming & multitasking berat
- Suka fitur terbaru
- Berani ambil risiko kecil demi spek lebih tinggi
Mana yang Lebih Baik di 2026?
Baca Juga:Banjir OKI Belum Aman, BPBD Sumsel Peringatkan Ancaman Susulan dan Imbau Warga Waspada
Di 2026, pilihan HP bukan soal benar atau salah, tapi soal kecocokan.
- Merek terkenal = aman, stabil, awet
- Merek baru spek gahar = agresif, powerful, value tinggi
Kalau kamu tipe pengguna rasional dan ingin HP “tidak rewel”, merek besar masih juara. Tapi jika kamu pemburu performa dan ingin spek maksimal di harga terbatas, merek baru bisa jadi pilihan paling cerdas.