- Kemenkes menghentikan PPDS Mata Unsri sementara setelah investigasi menemukan indikasi perundungan dan pungutan liar.
- Dugaan pungutan liar dan beban biaya non-akademik menjadi pemicu utama masalah dalam lingkungan pendidikan tersebut.
- Unsri menjatuhkan sanksi internal seperti surat peringatan keras menyusul kasus tekanan mental mahasiswa OA.
SuaraSumsel.id - Penghentian sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi sorotan luas. Keputusan yang diambil Kementerian Kesehatan ini membuka berbagai fakta yang sebelumnya jarang terungkap ke publik.
Berikut rangkuman fakta penting di balik distopnya PPDS Mata Unsri.
1. Distop Setelah Investigasi Kemenkes
PPDS Mata Unsri dihentikan sementara setelah Kemenkes melakukan investigasi dan menemukan indikasi praktik perundungan. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap peserta didik sekaligus ruang evaluasi terhadap sistem pendidikan yang berjalan di rumah sakit pendidikan.
Baca Juga:PPDS Mata Unsri Distop, Dugaan Pungli Berujung Sanksi dan Sorotan Tekanan Mental
2. Dugaan Pungutan Liar Jadi Pemicu Utama
Salah satu temuan yang mencuat adalah dugaan permintaan pembayaran atau pungutan liar di lingkungan PPDS. Praktik ini disebut tidak berkaitan langsung dengan kegiatan akademik, namun tetap dibebankan kepada mahasiswa yang berada pada posisi junior.
3. Biaya Non-Akademik Disebut Membebani
Informasi yang beredar menyebutkan mahasiswa diduga diminta menanggung berbagai kebutuhan di luar pendidikan, mulai dari kegiatan non-akademik hingga kebutuhan tertentu yang berkaitan dengan senioritas. Meski belum ada angka resmi, pola ini dinilai menimbulkan tekanan finansial berlapis.
4. Relasi Senior–Junior Dinilai Timpang
Baca Juga:7 Fakta Dugaan Bullying PPDS Mata RSMH, Kemenkes Bakal Sampai Setop Program
Struktur hierarkis dalam pendidikan dokter spesialis membuat mahasiswa junior berada dalam posisi rentan. Ketakutan akan penilaian akademik dan masa depan pendidikan disebut membuat mereka sulit menolak permintaan yang dianggap sebagai bagian dari “tradisi”.
5. Beban Mental Mahasiswa Ikut Terungkap
Kasus ini mendapat perhatian luas setelah muncul kabar seorang mahasiswa PPDS berinisial OA mengalami tekanan mental berat hingga memilih mengundurkan diri. Peristiwa ini menggeser fokus publik dari dugaan pungli ke persoalan kesehatan mental dalam pendidikan dokter spesialis.
6. Unsri Menjatuhkan Sanksi Internal
Sebagai tindak lanjut, Universitas Sriwijaya menyatakan telah menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat, berupa surat peringatan keras dan penundaan wisuda. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan pembenahan internal di Fakultas Kedokteran.
7. Momentum Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis