5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama

Berikut lima hidden gem warung kopi & coffee shop di Palembang yang benar-benar ada, lokasinya jelas, dan sering muncul dalam obrolan para barista lokal.

Tasmalinda
Sabtu, 29 November 2025 | 13:04 WIB
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
ilustrasi kedai kopi di Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Tren kopi Palembang beralih dari kafe populer menuju tempat yang menyajikan racikan serius dengan karakter kuat.
  • Warunk Kopi Apek Sekanak adalah kedai lawas tepi Sungai Musi yang menjadi "sekolah rasa" kopi robusta lokal sejak 1970-an.
  • Luthier Coffee dikenal sebagai pionir kopi specialty di Palembang dengan racikan arabika berkualitas untuk penikmat serius.

Menu & harga: Dari espresso, V60, flat white, sampai cappuccino dengan house blend Luthier.

Beberapa referensi menyebut kisaran harga menu kopi di sini sekitar Rp15.000–Rp30.000 per gelas, dengan total pengeluaran per orang umumnya di rentang Rp50.000–Rp75.000 tergantung pesanannya.

Luthier punya reputasi kuat di kalangan kompetisi kopi nasional; media lokal menyebut mereka mengusung tagline “The Specialty” dan menjadi salah satu pionir pengenalan kopi specialty di Palembang.

3. Oculo Coffee

Baca Juga:Herman Deru: Kunci Ketahanan Pangan Sumsel pada Integrasi HuluHilir, Bukan Sekadar Produksi

Teras rumah yang disulap jadi spot ngopi senyap.

Oculo Coffee sering disebut sebagai “teras rumah yang dinaikkan kelasnya”. Kedai ini berada di dalam gang sekitar Jalan Basuki Rahmat; dari jalan utama, pengunjung masih harus masuk sekitar 200 meter ke bagian dalam permukiman.

Oculo sebagai tempat ngopi yang hadir di teras rumah, dengan fokus suasana tenang dan minim kebisingan kendaraan – cocok untuk kerja, baca buku, atau sekadar kabur sebentar dari riuhnya kota.

Lokasi: Area sekitar Jl Basuki Rahmat, masuk gang kurang lebih 200 meter dari jalan besar. Titik pastinya biasanya diakses lewat maps atau petunjuk di Instagram @oculo.coffee.

Suasana: Semi-outdoor, dekat pepohonan, kursi kayu sederhana, dan suasana lebih mirip ruang tamu luas daripada kafe komersial.

Baca Juga:Sumsel Siap Jadi Destinasi Health Tourism 2026, Peringatan HKN ke-61 Jadi Titik Balik

Menu & harga: Menu kopi susu, manual brew, dan minuman non-kopi dengan harga tipikal coffee shop rumahan di Palembang (belasan hingga sekitar dua puluhan ribu). Untuk detail, pengunjung biasanya mengecek menu terbaru via aplikasi ojol atau akun resmi.

Barista lokal suka menyarankan Oculo untuk mereka yang ingin merasakan atmosfer “ngopi di rumah teman yang paham kopi”.

4. Kopi Agam Pisan – Pasar 16 Ilir

Roastery kecil di lantai 3 pasar, digawangi barista & pengusaha muda

Di gedung Pasar 16 Ilir, tepatnya di lantai 3 bagian ujung dekat tangga belakang yang menghadap Sungai Musi, ada satu kedai yang sering dipuji barista sebagai contoh UMKM kopi Palembang yang naik kelas: Kopi Agam Pisan.

Kedai ini sudah ada sejak 2015 (semula bernama Histori Coffee), mengandalkan kopi manual brew dan roasting sendiri. Owner-nya, Iyan Muhazan, adalah barista yang juga aktif di program pendampingan UMKM BRI untuk mendorong kopi Sumsel menembus pasar yang lebih luas.detikcom

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak