Kelapa Sumsel Bernilai Tinggi, Jepang Lirik Potensi Bioavtur

Luasan lahan kelapa di Sumsel mencapai 68.408 hektare dengan jumlah produksi sebanyak 62.724 kelapa.

Tasmalinda
Sabtu, 27 Juli 2024 | 13:25 WIB
Kelapa Sumsel Bernilai Tinggi, Jepang Lirik Potensi Bioavtur
ilustrasi Petani kelapa. Kelapa Sumsel bernilai tinggi, Jepang lirik potensi bioavtur [Ist]

SuaraSumsel.id - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah produksi komoditas kepala di wilayah itu mencapai 61.724 ton pada tahun 2022.

Kabid PPHP Sumsel Mukpakanisin mengatakan luasan lahan kelapa di Sumsel mencapai 68.408 hektare dengan jumlah produksi sebanyak 62.724 kelapa.

Terdapat tiga kabupaten menjadi daerah penghasil kelapa terbesar, yaitu Kabupaten Banyuasin sebanyak 46.716 ton dengan luas lahan 48.266 hektare, Musi Banyuasin jumlah produksi kelapa mencapai 6.350 ton dan luasan lahan 8.273 hektare, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki luasan lahan kelapa mencapai 2.253 hektare dan jumlah produksi 1.705 ton.

“Produksi terbesar itu ada di Kabupaten Banyuasin, disusul Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI), sebab tiga daerah itu berada di wilayah pesisir,” jelasnya.

Baca Juga:Palembang Jadi Sorotan Dunia, Dubes Filipina Hadiri Festival Jumpa Museum

Jumlah produksi terbesar di Kabupaten Banyuasin, pemerintah bersama dengan investor asal Jepang berencana membangun pabrik pengolahan kelapa menjadi bioavtur di wilayah tersebut.

Rencana hilirisasi komoditas kelapa menjadi bioavtur ini berpeluang menjawab tantangan petani kelapa yang ada di Sumsel, karena harga kelapa di wilayah itu relatif murah dan hanya mengikuti perkembangan pasar.

Harga murah itu dikarenakan tidak adanya jaminan pemasok serta pembelian kelapa dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, melalui rencana pembangunan pabrik untuk pembuatan bahan bakar pesawat terbang itu diharapkan dapat menggerek jumlah permintaan dan meningkatkan harga jual buah kelapa di tingkat petani.

“Maka, apabila sudah ada pabrik hilirisasinya itu, kebutuhan kelapa ini kan mereka cari. Karena ujung-ujungnya perusahaan juga diuntungkan kalau ketersediaan cukup, itu kan jadi bahan baku. Sedangkan kalau sekarang petani hanya menjual secara butiran,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan mutu dan jumlah produksi kelapa di wilayah itu, katanya, Disbun Sumsel juga telah memberikan bantuan benih kelapa untuk enam kabupaten dengan jumlah sebanyak 15.800 pada 2023.

Baca Juga:Pertarungan Sengit Pilgub Sumsel 2024: Palembang adalah Kunci

“Kami menyerahkan bantuan tersebut untuk Kabupaten Muara Enim, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas dan OKU Timur,” kata Mukpakanisin. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak