Jika dibandingkan pada triwulan IV 2023 tercatat perekonomian Sumsel tumbuh sebesar 4,94 persen (yoy) yang sebenarnya melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,08% (yoy).
Meski demikian Sumsel mencatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Sumatera yang sebesar 4,59% (yoy).
"Sumsel tercatat rendah dibandingkan Nasional yang sebesar 5,04% (yoy). Secara tahunan, kinerja ekonomi Sumatera Selatan tumbuh sebesar 5,08% (yoy), melambat dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,23% (yoy)," ujarnya.
Karena itu, Sumsel membutuhkan sektor penyokong ekonomi lainnya, seperti halnya pariwisata.
Baca Juga:Perahu Terbalik di Sungai Sugihan, Ayah Hilang, Ibu Meninggal, Bocah 5 Tahun Selamat

Floating Market dan Saung Angklung Udjo Bisa Dicontoh
Tidak ada salahnya jika mencontoh, meniru atau malah memodifikasi dnegan lebih kreatif objek wisata yang sudah terkenal dan maju pada objek wisata di wilayah lainnya.
Sumsel pun bisa mengembangkan kelas wisata seperti halnya floating market dan kesenian Bang Udjo seperti di Bandung.
Floating Market yang seperti namanya merupakan pasar apung yang berada di Jalan Grand Hotel Nomor 33 E, Lembang Kabupaten Bandung Barat.
Seperti halnya, pasar apung di Banjarmasin, Pasar apung ini bisa berbelanja kuliner, makanan sayuran atau lainnya yang khas dan identik di sejumlah wahannya.
Baca Juga:Terapkan Sistem Antrean, Berikut Cara Dapatkan Tiket Kereta Untuk Mudik Lebaran
Perry Tristianto mengungkapkan bagaimana Sumsel sendiri bisa mengembangkan wisata yang dimiliki dengan kekuatan kearifan lokal yang sudah dimiliki.