Akuisisi PT SBS Berdampak Positif Bagi PT Bukit Asam

Dalam persidangan menghadirkan saksi Harry Iswahyudi, Mantan Direktur Operasional dan Peralatan tahun 2015 -2016

Tasmalinda
Rabu, 20 Desember 2023 | 11:31 WIB
Akuisisi PT SBS Berdampak Positif Bagi PT Bukit Asam
Akusisi PT SBS berdampak positif bagi PT Bukit Asam (PTBA)

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh PT Booz Indonesia, dalam rangka restrukturisasi usahanya, dalam hal PT BA merencanakan melakukan perluasan usaha maka perlu dibentuk 2 (dua) subholding, yaitu subholding terkait dengan bidang usaha energi dan satu lagi subholding  sebagai perusahaan yang berkembang di bidang usaha pertambangan non energi termasuk jasa pertambangan. Pendirian PT BMI selain atas kajian PT Booz Indonesia juga karena adanya rekomendasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Pertambangan (Ditjen Minerba).

Pada prinsipnya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan tidak dapat memiliki secara langsung usaha jasa kontraktor pertambangan.

Akuisisi yang telah dilakukan pada tanggal 28 Januari 2015 membawa perubahan yang cukup berarti bagi PT SBS, kerugian kurang lebih sebesar Rp 53 Milyar di tahun 2014, berkurang menjadi sebesar kurang lebih Rp 9 M di tahun 2015, bahkan di tahun 2016 PT SBS mampu mencetak keuntungan sebesar kurang lebih sebesar Rp.  23.771 M.

Bagi PT BA, akuisisi yang dilakukan oleh PT BMI ini telah mampu merealisasikan rencana yang telah dicanangkan dalam RJPP tahun 2013, dengan masuknya PT SBS pada grup PT BA maka PT BA tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pembayaran jasa konstruksi penambangan ke perusahaan lain..

Baca Juga:Saksi Mantan Kadispora Akui Dana Hibah KONI dari Pemprov Sumsel Tak Ada LPJ

Namun semenjak tahun 2015, PT BA mengeluarkan biaya tersebut kepada perusahaan di lingkungan grup PT BA sendiri.

Sebelum PT BMI memiliki PT SBS, untuk menjalankan produksinya, PT BA sangat bergantung pada PT Pama Persada Nusantara yang merupakan jasa kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia. 

Selama ini harga/tarif untuk jasa penambangan ditetapkan oleh PT Pama dan PT BA tidak memiliki nilai tawar/bargaining position untuk menekan tarif tersebut.

Dengan diakuisisinya PT SBS oleh PT BMI, untuk tahap pertama, PT BA memberikan kontrak sebanyak 50.000 BCM dengan tarif yang lebih rendah dari tarif yang diberikan oleh PT Pama.

Penekanan tarif terhadap PT SBS telah dipertimbangkan oleh PT BA akan menimbulkan kerugian kurang lebih Rp 9 M kepada PT SBS, namun mampu menghemat kurang lebih sebesar Rp. 4,4 T bagi  PT BA.

Baca Juga:Pengakuan Polisi di Sumsel Bripka Edi Arogan Ancam Pengendara Pakai Sajam Sampai Viral

Pada tahun 2016, produksi PT SBS ditingkatkan dari semula sebanyak 50.000 BCM menjadi 200.000 BCM sehingga diperlukan tambahan alat berat bagi PT SBS, yang selanjutnya guna pengadaan alat berat tersebut, PT SBS mendapatkan kepercayaan pinjaman dari leasing company sebesar kurang lebih Rp 600M.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini