Sengatan Listrik PLN WS2JB Bikin Bisnis Tambak Udang Sungai Menang Bisa Rajai Asia

Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan menjadi desa tambak udang jenis Vaname, atau Vannamei.

Tasmalinda
Jum'at, 15 Desember 2023 | 22:05 WIB
Sengatan Listrik PLN WS2JB Bikin Bisnis Tambak Udang Sungai Menang Bisa Rajai Asia
Penambak udang di Sungai Menang panen raya [ANTARA]

“Hal ini membuka peluang adanya pembeli yang datang ke desa dengan pembelian cash money (uang tunai). Karena uang tunai akan menjadi modal untuk budidaya selanjutnya. Jika udang dibeli perusahaan, sistemnya dikumpulkan dahulu baru saat sudah udang dibeli, uang baru dibayar petani tambak,” ucapnya.

Mantan Gubernur Herman Deru sempat hadir saat pemasangan tiang perdana aliran listrik di desa pada awal tahun 2022, berharap sengatan listrik dari negara, yakni PLN memberikan kepastian usaha bagi petambak.

“PLN sangat membuat petambak punya kepastian listrik bagi tambak mereka. Di sini, makna negara hadir bagi rakyatnya,” ucap Herman Deru diwawancarai awak media kala prosesi tersebut.

Di kesempatan yang sama, Samirun yang pernah menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Tambak Udang Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI menceritakan bagaimana perbandingan biaya operasional saat masyarakat masih menggunakan diesel, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Baca Juga:Di Sidang Korupsi Dana Hibah, Mantan Bupati di Sumsel Ngaku Sengaja Didiskualifikasi Bawaslu

“Dalam kurun satu tahun menggunakan PLTD biaya yang cukup besar harus dikeluarkan warga. Dengan menggunakan penerangan listrik dari PLN, minimal menekan biaya operasional sehingga bisa lebih untung. Kebutuhan listrik itu dalam posisi budidaya tambak udang mencapai 60 persen, sisanya bau urusan pakan," ucap Samirun.

Penambak lainnya Iskandar juga mengungkapkan jika dalam sekali panen kurang lebih sebanyak 1.400 ton udang yang di hasilkan dari dua tambak. Satu tambak maupun menghasilkan 50 ribu ekor udang segar.

"Jika bermodal Rp50-100 juta, maka panen bisa raup sekitar Rp120 juta,”  ungkap Iskandar.

Pasar udang dari Kecamatan Sungai Menang menyebar di pasar lokal, dan mancanegara.

Di pasar lokal, udang  masuk ke pasar tradisional di Sumbagsel, termasuk pasar di Lampung. “Jika sudah dibeli pembeli eksportir, udangnya ke Thailand, pasar Asia. Ada jug ke Amerika,” ucapnya.

Baca Juga:Kasus Korupsi Pajak, 5 Direktur Perusahaan di Sumsel Diperiksa

Dengan biaya listrik yang bisa ditekan, sebenarnya membuka peluang udang merajai pasar Asia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini