Gegara Kabut Asap, Malaysia Salahkan Indonesia Atas Polusi Udara di Negaranya

Malaysia mengklaim bahwa polusi udara meningkat karena kabut asap kiriman dari Sumsel dan Kalimantan.

Rezza Dwi Rachmanta
Rabu, 04 Oktober 2023 | 19:43 WIB
Gegara Kabut Asap, Malaysia Salahkan Indonesia Atas Polusi Udara di Negaranya
Ilustrasi Karhutla di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalsel pada Sabtu (24/6/2023). [ANTARA/Tumpal Andani Aritonang]

SuaraSumsel.id - Petinggi salah satu lembaga resmi di Malaysia menyalahkan Indonesia atas polusi udara yang mencemari negara mereka. Malaysia mengklaim, kabut asap dari dua pulau besar Indonesia telah melintasi batas negara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wan Abdul Latiff Wan Jaffar selaku Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia. Ia mengungkap bahwa kebakaran hutan di Indonesia memperburuk polusi udara pantai barat dan Sarawak. Menurutnya, kebakaran dari Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah menyebabkan kabut asap melintasi negara.

"Secara keseluruhan, kualitas udara di negara ini menunjukkan penurunan. Kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan bagian tengah serta selatan milik Indonesia menyebabkan kabut asap melintasi negara," kata Wan Abdul Latiff Wan Jaffar.

Dikutip dari SCMP dan Manila Times, pernyataan dari Departemen Lingkungan Hidup Malaysia turut memperlihatkan data milik Asean Specialized Meteorological Centre (ASMC) yang berbasis di Singapura.

Baca Juga:Selama 5 Tahun Terakhir, Sumsel Jadi Provinsi Alami Karhutla Terluas

Data tersebut melacak sumber kabut asap di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan, citra satelit menunjukkan 52 "hotspots" atau "titik panas" kebakaran hutan di Sumatera dan 264 titik lain di Kalimantan. Sebanyak 12 wilayah di Semenanjung Malaysia mencatat tingkat Indeks Pencemaran Udara yang tidak sehat di atas 100 pada Jumat (29/09/2023) lalu.

Bantahan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia

Pernyataan Wan Abdul Latiff Wan Jaffar dibantah keras oleh salah satu menteri di Indonesia. Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Indonesia mengungkap bahwa gambar ASMC hanya menunjukkan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

"Mereka (Malaysia) merujuk pada data hotspot? Apakah mereka tidak tahu bedanya hotspot (titik panas) dan firespot (titik api)? Kalau (Anda) tidak tahu persisnya, jangan bicara sembarangan," kata Siti Nurbaya Bakar.

Menteri LHK menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia masih terus berjuang memadamkan api yang membakar hutan serta ladang gambut di Kalsel, Kalteng, dan Sumsel. Beberapa upayanya termasuk water bombing, pemadaman darat, dan modifikasi cuaca. Sejauh ini, sudah terdapat lebih dari 203 perusahaan yang memperoleh peringatan.

Baca Juga:8 Titik di OKU Alami Karhutla dalam Waktu Bersamaan

Sebanyak 20 perusahaan sudah disegel karena terlibat kasus kebakaran di mana beberapa di antaranya adalah anak perusahaan Malaysia. Siti Nurbaya Bakar menampik adanya kabut asap yang melintasi batas negara. “Faktanya tidak ada kabut asap lintas batas,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak