Terpisah, Camat Pagaralam Utara, Ari Arianda Rohib mengatakan, warganya terpaksa memburu beruang tersebut hingga mati. Pasalnya hewan buas tersebut sudah masuk ke permukiman padat penduduk.
“Beruang itu masuk ke permukiman warga yang saat itu sedang ada hajatan. Karena masyarakat sekitar khawatir beruang tersebut melukai warga terpaksa diburu,” ujarnya.
Sebelum masuk ke permukiman warga Gunung Gendang, kata Camat, beruang tersebut sempat menghebohkan warga Gunung Sari dan Dusun Baru. Warga berusaha mengusirnya agar tidak masuk ke permukiman.
“Sudah kita usir, namun bukannya pergi menjauh dari permukiman beruang tersebut malah masuk ke permukiman padat penduduk yang tidak jauh dari lokasi pertama dilihat warga,” katanya.
Baca Juga:Warga Pagaralam Heboh Lihat Beruang Bergelantungan di Permukiman
Dijelaskannya, sebelum sempat masuk ke permukiman warga, pihak kecamatan sudah menghubungi petugas BKSDA. Namun belum ada petugas BKSDA yang datang.
“Tepat pukul 12.00 WIB beruang tersebut masuk permukiman warga dan akhirnya mati. Petugas BKSDA baru tiba setelah beruang tersebut dikubur oleh warga,” jelasnya.
Sementara itu, petugas BKSDA M Fedli beserta petugas BKSDA berjumlah dua orang saat di lokasi belum memberikan keterangan.
Menurut mereka, pihaknya belum bisa berkomentar banyak, karena masih harus melaporkan kejadian tersebut ke pimpinannya.