SuaraSumsel.id - Beberapa sumur warga di Dusun II Desa Betung Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selamatn (Sumsel) disebutkan mengeluatkan cairan nan mirip Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Atas kehebohan tersebut, Pertamina pun mengungkapkan pertambangan yang diambil merupakan crude oil atau sering dikenal dengan minyak mentah, sehingga jika disebutkan mirip Pertalite tentu bukan produk Pertamina.
“Kalau pipa Pertamina yang bocor, yang keluar pasti crude oil (minyak mentah),” kata Tuti, Senin (26/6/2023).
Selain itu, dirinya juga menegaskan jika yang dikeluarkan bukan produk jadi melainkan perlu proses lebih lanjut serta pengolahan agar menjadi produk. “Jelas bukan dari produksi kita kalau wujudnya sudah Pertalite. Coba dicek saja di sekeliling sumur warga tersebut mungkin ada penampungan pertalite yang bocor,” pungkasnya.
Baca Juga:Lirik Pasar Infrastruktur Sumsel, Emiten Semen Plat Merah SIG Bikin Pabrik Beton
Beberapa sumur milik warga setempat dikabarkan mengeluarkan cairan berwarna hijau dan berbau menyerupai Pertalite menghebohkan warga setempat. Selain itu juga dapat langsung digunakan pada sepeda motor dalam pengujian yang dilakukan warga.
Pemilik sumur mengungkapkan jika sumurnya tercemar dengan mengandung pertalite. Bahkan ketika diisi ke tangki motor, bisa menyala.
Selain sumur Sarnawi, ada juga dua sumur lainnya yakni milik Marsuki dan Muhamad yang juga merupakan bertetangga. Juga memiliki bau seperti pertalite serta berwarna hijau.
Sumur milik Marsuki yang sangat menyerupai pertalite saat ini telah dipasang garis polisi untuk menghindari ledakan maupun kebakaran dan hal lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI, Bakrin mengatakan telah mengecek ke lokasi, guna memastikan penyebab tercemarnya tersebut.
Baca Juga:Perluas Digitalisasi, BRI Sasar Layanan Perbankan ASN di Sumsel
“Semalam kami menerima laporan ada pencemaran terhadap sumur warga Dusun II Desa Betung Selatan, pagi ini kami ke lokasi guna memastikan penyebab tercemarnya tersebut,” kata Bakrin belum lama ini.
- 1
- 2