Di klaster kain jumputan di Palembang ini terdapat sekitar 50 pengrajin yang dominan memiliki hubungan keluarga. Dari puluhan pengrajin tersebut hampir 70 persen sudah menggunakan aplikasi BRImo dalam transaksi keuangannya.
Diakui Budi, usia pengrajin jumputan di kampung tuan kentang Palembang masih beragam. Digitalisasi perbankan lebih banyak digunakan oleh kalangan pengrajin milenial, atau reseller nya yang berusia gen z.
Pengrajin Udin misalnya, biasanya proses digitalisasi didampingi oleh anak-anaknya. “Digitalisasi klaster membuat kampung pengrajin makin bergeliat. Waktu pak Erick Thohir datang, sudah terlihat pengrajin beralih digital seiring program CSR yang disalurkan,” ungkap dia.
![Pengerajin kain jumputan Palembang [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/02/28/28000-kain-jumputan-palembang-antara.jpg)
Digitalisasi Mitra Umi, Solusi UMKM Dampingan BRI
Baca Juga:370 Warga Sumsel Batal Naik Haji, Penyebabnya Karena Ini
Selain menyediakan aplikasi guna memudahkan proses transaksi secara digital, BRI juga mengenalkan Mitra Umi. Di kampung Jumputan Palembang pun terdapat layanan ini. Sebuah layanan yang juga menjadi solusi masalah UMKM dalam menyediakan modal bagi pengrajin.
Kredit modal bagi pengrajin dalam jumlah yang lebih mikro ini memudahkan pengrajin mendapatkan solusi pembiayaan. “Misalnya di saat mendesak, pengrajin butuh uang Rp500 ribu. Dengan pinjaman mikro, pengrajin bisa ke mitra Umi serta cepat mendapatkannya. Ini sangat efisien bagi pengrajin,” terang Budi yang juga menjelaskan jika proses di Mitra Umi juga dilakukan secara digital mulai dari pengajuan, penyaluran hingga pembayaran bulanannya oleh pengrajin.
Sumsel pun mencatat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit yang tinggi pada tahun lalu. BRI menempatkan diri sebagai perbankan dengan penyaluran KUR tertinggi di Sumsel.
“Penyaluran KUR di Sumsel, terbesar berada di Palembang sebesar Rp1,23 triliun atau 13,3 persen dari total KUR Sumsel dengan total debitur 17.570 debitur,” ujar Kepala OJK Region Sumbagsel, Untung Nugroho.
Pada data OJK akhir tahun 2022, penyaluran KUR di Sumsel berdasarkan perbankan terbesar disalurkan oleh PT Bank BRI (Persero) Tbk sebesar Rp4,45 triliun yakni 48,27 persen dari total KUR Sumsel dengan 95.027 debitur.
Baca Juga:Asyik Main Ponsel Saat Hujan Deras, Gadis di Sumsel Tewas Tersambar Petir
Ada pun tren penyaluran kredit kepada debitur UMKM Perbankan di Sumsel terus meningkat sejak masa pandemi Covid 19. Sampai akhir tahun 2022, yang mencapai Rp34,8 triliun atau tumbuh sebesar 20,7% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional sebesar 17,1 persen.